- Dishut Kalsel Tertibkan PETI di Tahura Sultan Adam
- RSJ Sambang Lihum Optimistis Raih Predikat WBBM 2027
- WFH ASN di Pemprov Kalsel Belum Diputuskan
- Penguatan Peran Pengawas Sekolah, Kunci Atasi Kesenjangan Mutu Pendidikan
- Kemarau di Kalsel Bakal Datang Lebih Awal dan Lebih Kering
- Polresta Banjarmasin Kawal Aksi Damai Kamisan ditengah Guyuran Hujan
- Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Hibah Sarana Budidaya Ikan Gabus
- Sempat Vakum, BPSDM Kalsel Siap Gelar PKN
- Haul ke-2 Abah Guru Banjar Indah di Tungkaran Banjar, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Disambut Antusias Warga dan Jamaah
- Berbaur Ulama, Habaib dan Jamaah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Masjid Jami Tuhfaturroghibin
Pemprov Kalsel Pantau Hisab Rukyat di Banjarmasin, 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026


Banjarmasin, smartbanua.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, memantau langsung kegiatan hisab rukyat penentuan awal Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026) bertepatan 29 Syaban 1447 H.
Pemantauan dilakukan bersama Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Tambrin dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Fahrurrazi.
Baca Lainnya :
- Pantauan Hilal di Banjarmasin Tak Nampak0
- Selama Ramadan Jam Sekolah di Kalsel Berubah0
- Dinkes Kalsel Perketat Pengawasan Cegah Virus Nipah0
- Kalsel Promosi Olahan Ikan Daerah ke Nasional0
- Polresta Banjarmasin Siapkan Penutupan Jalan Saat Haul Guru Zuhdi0
Rukyat hilal dilaksanakan di rooftop lantai 13 Rumah Sakit Amanah Medical Center (RS AMC) Banjarmasin, Jalan MT Haryono, Kertak Baru Ilir, pada koordinat -3° 19' 30" Lintang Selatan dan 114° 35' 15" Bujur Timur.
Berdasarkan hasil pemantauan di titik tersebut, matahari terbenam pukul 18.42 Wita, sedangkan bulan terbenam pukul 18.37 Wita. Tinggi bulan hakiki tercatat -1°09′11″ (di bawah ufuk), sementara tinggi bulan mar’i berada pada -1°06′14″.
Kepala Kemenag Kalsel H. Muhammad Tambrin menjelaskan, mengacu pada kriteria imkanur rukyat MABIMS terbaru yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat untuk penentuan awal Ramadhan, maka secara teori 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 19 Februari 2026.
“Potensi perbedaan penentuan awal Ramadhan sudah jelas. Tapi saya mengingatkan, suasana kondusif dan damai yang perlu kita jaga,” ujar Tambrin.
Di Kalimantan Selatan, pemantauan rukyat hilal dilaksanakan di tujuh titik, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Tapin, Tanah Laut, Kotabaru, Balangan, serta Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Sekdaprov Muhammad Syarifuddin menegaskan pentingnya sikap saling menghormati dalam menyikapi kemungkinan perbedaan penetapan awal Ramadhan, demi menjaga kelancaran dan ketenangan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
Pada kesempatan tersebut, Syarifuddin juga menyampaikan pesan Gubernur H. Muhidin kepada masyarakat Muslim di Banua agar menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, keikhlasan, dan semangat tinggi dalam beribadah.
Ramadhan disebut sebagai bulan penuh rahmat dan ampunan Allah SWT, sekaligus momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhhuah wathaniyah. Nilai-nilai kesetaraan, empati, dan kepedulian sosial yang diajarkan selama Ramadhan diharapkan semakin memperkuat persatuan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, hadir untuk memfasilitasi dan memastikan proses penentuan awal Ramadhan berjalan tertib, ilmiah, serta berlandaskan kaidah yang disepakati para ulama.
Gubernur pun berharap Ramadhan tahun ini membawa kedamaian dan kebaikan bagi masyarakat Muslim di Kalimantan Selatan serta menjadikan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa sebagai pribadi yang semakin bertakwa. Ia juga mendoakan agar masyarakat Banua senantiasa diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar. (/smartbanua)
