- Dishut Kalsel Tertibkan PETI di Tahura Sultan Adam
- RSJ Sambang Lihum Optimistis Raih Predikat WBBM 2027
- WFH ASN di Pemprov Kalsel Belum Diputuskan
- Penguatan Peran Pengawas Sekolah, Kunci Atasi Kesenjangan Mutu Pendidikan
- Kemarau di Kalsel Bakal Datang Lebih Awal dan Lebih Kering
- Polresta Banjarmasin Kawal Aksi Damai Kamisan ditengah Guyuran Hujan
- Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Hibah Sarana Budidaya Ikan Gabus
- Sempat Vakum, BPSDM Kalsel Siap Gelar PKN
- Haul ke-2 Abah Guru Banjar Indah di Tungkaran Banjar, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Disambut Antusias Warga dan Jamaah
- Berbaur Ulama, Habaib dan Jamaah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Masjid Jami Tuhfaturroghibin
Pantauan Hilal di Banjarmasin Tak Nampak

Banjarmasin - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pemantauan hilal atau hisab rukyat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan pemantauan dilaksanakan di puncak Gedung RS Amanah Banjarmasin, Selasa (17/2/2026). Proses rukyat dimulai sekitar pukul 18.00 Wita hingga matahari terbenam.
Baca Lainnya :
- Selama Ramadan Jam Sekolah di Kalsel Berubah0
- Dinkes Kalsel Perketat Pengawasan Cegah Virus Nipah0
- Kalsel Promosi Olahan Ikan Daerah ke Nasional0
- Polresta Banjarmasin Siapkan Penutupan Jalan Saat Haul Guru Zuhdi0
- Pemprov Pemerintah Provinsi Kalsel Tegaskan Trantibumlinmas Fondasi Stabilitas Daerah, Perkuat Peran Satpol PP0
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Kalsel turut mengundang sejumlah pihak terkait, di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Selatan, Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, M Tambrin, mengatakan hasil pemantauan hilal di daerah akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H.
Menurutnya, berdasarkan perhitungan astronomi, terdapat kemungkinan awal Ramadan tahun ini berpotensi berbeda, tergantung pada hasil rukyat di berbagai wilayah Indonesia.
“Namun kita tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat. Apapun hasilnya nanti, diharapkan masyarakat bisa menyikapinya dengan bijak dan tetap menjaga persatuan,” ujarnya.
Adapun Berdasarkan kriteria Imkanurrukyat MABIMS terbaru yakni tinggi hilal 3 derajat dan sudur elongasi 6,4 derajat. Berdasarkan surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tanggal 25 Februari 2022. Sedangkan di Banjarmasin, posisi hilal berada pada -1 derajat, sehingga tak memenuhi kriteria untuk penetapan satu Ramadan di Kalsel.
Pantauan juga dilaksanakan di tujuh titik lainnya, yakni di HSU, HST, HSS, Tapin, Tanah Laut, dan Balangan. Tambrin menuturkan, Kalsel menjadi salah satu titik pemantauan hilal dari 94 titik yang ada di Indonesia
Pemantauan hilal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penetapan awal bulan hijriah dilakukan secara ilmiah dan sesuai ketentuan syariat, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan kepastian dan ketenangan. (/smartbanua)
