- Hari Puisi Indonesia 2026, Taman Budaya Kalsel Menjadi Rumah bagi Banyak Wajah Sastra
- BPBD Kalsel Dirikan Lima Posko Karhutla di Wilayah Selatan
- H. Fairid Rusdi Kembali Terpilih Pimpin PII Kalsel Periode 2026–2029
- Kombes Pol Riza Muttaqin Resmi Jabat Kapolresta Banjarmasin
- Kalsel Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Perkuat Pembangunan dan Keamanan
- Menko Polkam Tinjau Penanganan Karhutla di Kalsel
- PLTU Asam Asam Batu Bara Bukan Penyebab Pemadaman Listrik
- Tapin Art Fest 2026 Resmi Dibuka, Gubernur H. Muhidin: Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
- Milad ke-51 MUI Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemajuan Banua
- Gubernur Kalsel H Muhidin Ungkap Alasan PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
Nelayan Takisung Hilang, Basarnas Turunkan Tim SAR

Banjarmasin - Seorang nelayan bernama Bahran (50) dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari perahunya di Perairan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Hingga Minggu sore 1 Januari 2026, korban belum ditemukan dan operasi pencarian resmi telah dibuka oleh Basarnas Banjarmasin.
Laporan kehilangan korban diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin pada pukul 17.52 WITA dari BPBD Kabupaten Tanah Laut. Korban diketahui berangkat melaut sejak Sabtu (31/1/2026) pukul 13.00 WITA, namun tidak kembali hingga keesokan harinya.
Baca Lainnya :
- Menteri Hukum Supratman Didampingi Wagub Hasnuryadi Resmikan Pos Pelayanan Hukum Desa/Kelurahan se- Kalsel0
- Komisi I DPR RI Kunjungi Markas Korem 101/Antasari Bahas Kodam Baru0
- Pemprov Kalsel Fasilitasi 150 Lulusan SMA Kuliah Luar Negeri0
- Kementrian PU Rencanakan Bangun Jembatan Barito Dua0
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya0
Pencarian awal yang dilakukan warga hanya menemukan perahu korban dalam kondisi kosong, tanpa tanda-tanda keberadaan Bahran. Temuan tersebut memperkuat dugaan korban terjatuh ke laut.
Merespons laporan itu, Unit Siaga SAR Batulicin langsung mengerahkan empat personel rescue pada pukul 18.10 WITA. Tim menempuh perjalanan darat sejauh 230 kilometer menuju lokasi kejadian dengan membawa rubber boat, perlengkapan water rescue, alat komunikasi, dan peralatan selam.
Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, BPBD Tanah Laut, Polsek Takisung, PMI, Pos TNI AL Batakan, serta masyarakat setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan pencarian akan difokuskan di sekitar lokasi penemuan perahu korban.
“Meski kondisi cuaca hujan, tim akan melakukan penyisiran maksimal begitu tiba di lokasi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih dalam perjalanan menuju Takisung dan dijadwalkan langsung melakukan pemetaan serta pencarian begitu tiba di lokasi.(/smartbanua)
