- Komisi I DPR RI Kunjungi Markas Korem 101/Antasari Bahas Kodam Baru
- Pemprov Kalsel Fasilitasi 150 Lulusan SMA Kuliah Luar Negeri
- Kementrian PU Rencanakan Bangun Jembatan Barito Dua
- Tolak Instruksi Menhub Ratusan Massa Datangi KSOP Banjarmasin
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya
- Gubernur Kalsel Resmikan Lapangan Tenis Binda Kalsel, Hj Fathul Jannah Tekankan Olahraga sebagai Jembatan Silaturahmi
- Sheila On 7 Guncang Buzz Youth FestPuluhan Ribu Penonton Bernyanyi Bersama
- Ketua TP PKK Kalsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Jejangkit Batola
- Wayang Golek Sunda: Sejarah, Perkembangan, dan Nilai Budaya Sejak Abad ke-17
- Kehangatan di RS Bhayangkara, Gubernur dan Kapolda Kalsel Dampingi Dua Anak Yatim Pejuang Kesembuhan
Pemprov Kalsel Fasilitasi 150 Lulusan SMA Kuliah Luar Negeri

Banjarmasin, smartbanua.com - Kesempatan bagi pelajar asal Kalimantan Selatan untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri kini semakin terbuka, seiring langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang menghadirkan program beasiswa internasional.
Melalui program khusus yang dfasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemprov Kalsel memberikan akses dan dukungan bagi siswa-siswi berprestasi agar dapat melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi luar negeri.
Baca Lainnya :
- Kementrian PU Rencanakan Bangun Jembatan Barito Dua0
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya0
- Gubernur Kalsel Resmikan Lapangan Tenis Binda Kalsel, Hj Fathul Jannah Tekankan Olahraga sebagai Jembatan Silaturahmi0
- Sheila On 7 Guncang Buzz Youth FestPuluhan Ribu Penonton Bernyanyi Bersama0
- Ketua TP PKK Kalsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Jejangkit Batola0
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra mengatakan, dalam program ini, yang utama bukan semata biaya pendidikan, melainkan keterbatasan informasi dan kesiapan siswa menghadapi seleksi internasional.
Dua yayasan resmi bekerjasama dalam program tersebut yakni Yayasan Binawan dan Yayasan Agungkan Guru Indonesia Berau.
"Kami memfasilitasi untuk pelajar yang ingin kuliah ke luar negeri," katanya.
“Karena saat ini yang mahal itu adalah informasi,” ujar Galuh saat Rapat Koordinasi Persiapan dan Penandatanganan MoU Program Beasiswa Perkuliahan Luar Negeri di salah satu hotel di Banjarmasin, Selasa 27 Januari 2026.
Menurut Tantri, Pemprov Kalsel tidak ingin melepas siswa ke luar negeri tanpa persiapan matang. Karena itu, seleksi dilakukan secara ketat dengan melibatkan yayasan mitra yang akan membantu menyaring siswa sesuai kapasitas akademik dan persyaratan beasiswa.
Program ini masih bersifat pilot project pada 2026. Jika dinilai berhasil, Pemprov Kalsel berencana melanjutkannya pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahap awal, Pemprov Kalsel menyiapkan kuota 150 siswa, masing-masing 75 orang ke Singapura dan 75 orang ke China.
Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1,5 miliar. Namun, dana tersebut baru akan dicairkan jika peserta dinyatakan lulus seleksi dan diterima dalam program beasiswa.
“Kita juga tidak ingin anak-anak kita kenapa-kenapa di luar sana nanti,” katanya.
“Anggaran itu baru kita keluarkan kalau mereka lulus,” katanya.
Proses penjaringan dimulai dari sekolah. Disdikbud Kalsel telah berkoordinasi dengan para kepala sekolah untuk menyiapkan siswa potensial yang memiliki minat dan kemampuan mengikuti seleksi.
Untuk tujuan Singapura, peserta akan disiapkan menempuh pendidikan keperawatan hingga menjadi ners, dengan skema ikatan dinas setelah lulus. Sementara untuk tujuan China, pihak kampus akan membantu penyaluran kerja.
“Dari sekolah yang menyiapkan anak-anaknya. Setelah itu kita latih bagaimana mereka bisa lulus dan mendapatkan beasiswa tersebut,” jelasnya.
“Mereka nanti akan bekerja di Indonesia, di perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Indonesia,” ungkap Tantri.
Adapun biaya persiapan seleksi diperkirakan berkisar Rp30–40 juta per siswa, yang mencakup pelatihan dan kebutuhan teknis selama proses seleksi.
Tantri berharap program ini mendapat dukungan masyarakat dan sekolah, serta dimanfaatkan oleh siswa berprestasi yang memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat internasional.
Sementara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, yang mewakili Sekretaris Daerah. mengapresiasi langkah Disdikbud Kalsel yang dinilainya sebagai terobosan strategis dalam mewujudkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan untuk melahirkan SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dengan menggandeng lebih banyak universitas luar negeri, khususnya di negara-negara Eropa, tidak hanya terbatas pada Singapura dan Cina.
“Ini menjadi kejutan positif bagi kami di Pemprov Kalsel karena hadir program pendidikan ke luar negeri. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel untuk menghadirkan SDM berkualitas dan berdaya saing internasional,” ujar Ariadi.
“Ini merupakan pilot project. Harapan kami program ini dapat berjalan sukses sehingga semakin banyak yayasan yang tertarik bekerja sama dengan Pemprov Kalsel,” ucapnya.(/smartbanua)
