- Police Expo 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Muhidin Ajak Warga Kalsel Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
- Pemprov Kalsel Jemput Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kesetaraan Diperkuat
- Hadapi Puncak Kemarau, Pemprov Kalsel Perkuat Kompetensi Damkar
- Rayakan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat
- Silaturahmi Gubernur H. Muhidin Bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI); Sinergi Peluang Kerja Aman dan Berkualitas bagi Masyarakat
- Kapolda Kalsel Pimpin Anjangsana Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Kalsel Siapkan Perdagangan Karbon sebagai Sumber Ekonomi Masa Depan
- Gubernur H. Muhidin Launching Layanan Devisa Bank Kalsel; Siap Layani Transaksi Internasional
- Polda Kalsel Musnahkan 2,7 Kg Sabu dan 7.019 Butir Ekstasi
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka MTQ Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalsel di Barito Kuala
Pemprov Kalsel Jemput Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kesetaraan Diperkuat

Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pemerataan pendidikan dengan menjangkau masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, Pemprov Kalsel berkomitmen menekan angka anak putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Banua.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, mengatakan program pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari komitmen Gubernur Kalimantan Selatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak pendidikan tanpa terkecuali.
Baca Lainnya :
- Hadapi Puncak Kemarau, Pemprov Kalsel Perkuat Kompetensi Damkar0
- Rayakan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat0
- Silaturahmi Gubernur H. Muhidin Bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI); Sinergi Peluang Kerja Aman dan Berkualitas bagi Masyarakat 0
- Kapolda Kalsel Pimpin Anjangsana Sambut Hari Bhayangkara ke-80 0
- Kalsel Siapkan Perdagangan Karbon sebagai Sumber Ekonomi Masa Depan0
Menurutnya, masih terdapat warga yang tidak dapat menuntaskan pendidikan karena berbagai faktor, mulai dari keterbatasan ekonomi, jarak sekolah yang jauh, hingga tuntutan bekerja membantu keluarga.
“Bapak Gubernur memiliki komitmen kuat agar tidak ada warga Kalimantan Selatan yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan,” ujar Abdul Rahim di Banjarbaru, Selasa 23 Juni.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Kalsel akan menerapkan strategi jemput bola dengan menggandeng pemerintah kabupaten dan kota guna mendata serta menjangkau anak-anak dan masyarakat yang putus sekolah.
Langkah kolaboratif ini dinilai penting untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), sekaligus memastikan layanan pendidikan dapat diakses hingga ke pelosok daerah.
Abdul Rahim menegaskan, program Paket A, Paket B, dan Paket C bukan sekadar jalur alternatif memperoleh ijazah. Lebih dari itu, program tersebut menjadi instrumen strategis dalam membuka kembali kesempatan belajar, meningkatkan kualitas SDM, serta memperluas peluang masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Kalsel sebelumnya telah menyalurkan dana hibah Bantuan Kependidikan (Bapintar) sebesar Rp500 juta kepada 13 pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan pendidikan kesetaraan melalui PKBM dan SKB yang menjadi ujung tombak pendidikan nonformal di daerah.
Meski demikian, tantangan yang dihadapi tidak hanya sebatas menyediakan akses pendidikan. Pemerintah juga harus membangun kembali motivasi dan kepercayaan diri anak-anak maupun masyarakat yang telah lama meninggalkan bangku sekolah.
“Tantangan terbesar bukan hanya persoalan akses, tetapi bagaimana membangun kembali motivasi dan kepercayaan diri anak-anak untuk kembali belajar. Yang terpenting bukan hanya menemukan sasaran, tetapi memastikan mereka kembali memperoleh layanan pendidikan yang berkelanjutan,” ucapnya.
Melalui penguatan pendataan anak tidak sekolah, sosialisasi yang masif, dan pendekatan yang lebih humanis, Pemprov Kalsel berharap semakin banyak masyarakat yang kembali melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan. Upaya ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM Kalimantan Selatan di masa depan. (smartbanua)
