- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla
- Karhutla Kepung RSJ Sambang Lihum, Pasien Terpaksa Dievakuasi
- Karhutla Kalsel Masih Terkendali Tidak Ganggu Sektor Pangan
TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik


Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) resmi menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel.
Kenaikan TPP tersebut diumumkan Gubernur Kalsel H. Muhidin usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu 1 Oktober 2026.
Baca Lainnya :
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah) 0
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan0
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo 0
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat0
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman0
Muhidin menyebut besaran kenaikan TPP bervariasi, mulai dari 26 persen hingga 50 persen. Sementara untuk tenaga guru, kenaikannya mencapai 98 persen.
“Kenaikannya dari 26 persen sampai ada yang 50 persen, ada yang 98 persen. Yang 98 persen itu guru-guru,” ujar Muhidin.
Menurutnya, kenaikan TPP dilakukan secara bertahap. Pemprov Kalsel sebelumnya telah menaikkan TPP pada 2025 dan kembali melakukan peningkatan pada 2026.
Muhidin menjelaskan, kebijakan tersebut telah diajukan Pemprov Kalsel kepada Menteri Dalam Negeri dan mendapat persetujuan dengan pertimbangan dari Menteri Keuangan.
Ia menyebut, persetujuan tersebut tidak lepas dari pengelolaan TPP di lingkungan Pemprov Kalsel yang dinilai berjalan baik.
“Ini dari hasil pengajuan kita ke Menteri Dalam Negeri dan disetujui Menteri Dalam Negeri atas pertimbangan Menteri Keuangan,” katanya.
Muhidin berharap peningkatan TPP dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong ASN bekerja lebih optimal. Ia juga membuka kemungkinan adanya kenaikan kembali pada tahun-tahun mendatang, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun yang akan datang akan kita naikkan kembali kalau penghasilan kita mungkin bertambah,” tuturnya.
Muhidin menyebut Kalsel dan Jawa Barat menjadi dua provinsi yang dapat melakukan kenaikan TPP tersebut di tengah kondisi keuangan yang masih menghadapi tekanan.
Karena itu, ia berpesan kepada seluruh ASN agar kenaikan penghasilan tersebut dibarengi dengan peningkatan tanggung jawab dan kinerja.
“Dengan kenaikan ini, kami berpesan kepada semua ASN yang mendapatkan TPP, mudah-mudahan dalam melaksanakan tugas lebih bagus. Semoga TPP ini menjadi berkah,” pungkasnya.
Sementara itu, Sari guru SMK 1 Banjarbaru, tambahan TPP menurut menjadi tambahan semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan berprestasi untuk Banua.
"Alhamdulillah, terimakasih Pak Gub dan jajaran , kenaikan TPP ini tentu menambah motivasi kami untuk terus bekerja dan berprestasi untuk Banua," ujarnya. (/smartbanua)
