- Sanggar Seni Suluh Banua Angkat Nilai Budaya Dayak Deah Lewat Tari Njipah, Tabalong Juara Umum FKTD Kalsel 2026
- 4.151 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNISKA MAB
- Hujan Hasil Operasi Modifikasi Cuaca Guyur Sejumlah Wilayah Kalsel
- Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam Karhutla ke Polda Kalteng
- Dishut Kalsel 24 Jam Jaga Hutan Lindung Liang Anggang Dari Karhutla
- Dinkes Kalsel Perkuat Layanan Kesehatan Dampak Kabut Asap
- Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional, Enam Daerah Jadi Pilot Project
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Apresiasi Karya Penyandang Disabilitas, Merdeka Berkarya Tanpa Batas
- Kabut Asap Kembali Ganggu 10 Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor
- Baayun Maulid Tapin 2026: Tradisi Maulid Nabi dan Warisan Budaya Banjar
Empat Pilar Pengembangan Jadi Fondasi Penguatan Geopark Meratus Menuju Revalidasi UNESCO 2028


Banjarbaru - Badan Pengelola Geopark Meratus terus memantapkan arah pengembangan kawasan melalui penyusunan program dan kegiatan berbasis empat pilar utama UNESCO Global Geopark (UGGp), yaitu konservasi, edukasi, ekonomi berkelanjutan, dan sarana pengelolaan.
Baca Lainnya :
- NPC Kalsel Jadi Model Nasional, Sekdaprov Syarifuddin Puji Pembinaan Atlet Disabilitas0
- Kalsel Buka Peluang Bangun SPBUN Berbasis Koperasi, Nelayan Makin Mudah Akses BBM0
- Kalsel Buka Peluang Bangun SPBUN Berbasis Koperasi, Nelayan Makin Mudah Akses BBM0
- Siaga Ancaman Karhutla, Dishut Kalsel Aktifkan Patroli hingga 100 Lebih Kelompok MPA0
- Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Gubernur Muhidin Instruksikan Satgas Siaga Penuh 0
Keempat pilar tersebut menjadi landasan dalam penyusunan dan penyempurnaan Rencana Induk (Master Plan) Geopark Meratus sebagai pedoman pengembangan kawasan yang terintegrasi, berkelanjutan, serta mendukung kesiapan menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark pada tahun 2028.
Program pengembangan tersebut dipaparkan dalam kegiatan ekspose penyusunan Rencana Induk Geopark yang dilaksanakan di Ruang Syahrir Bappeda Provinsi Kalsel, Rabu 8 Juli.
Melalui forum tersebut, Badan Pengelola Geopark Meratus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengelolaan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian warisan geologi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Dalam rancangan program yang disusun, Pilar Konservasi diarahkan pada peningkatan konservasi geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya, termasuk penguatan adaptasi terhadap perubahan iklim serta mitigasi bencana geologi dan iklim. Upaya tersebut diwujudkan melalui perlindungan dan pelestarian warisan geologi, biodiversitas, serta kekayaan budaya yang menjadi identitas Geopark Meratus.
Selanjutnya, Pilar Edukasi difokuskan pada pengembangan pendidikan, penelitian, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ilmu kebumian dan kebudayaan lokal. Berbagai program akan diarahkan untuk memperkuat kegiatan penelitian, penyebarluasan pengetahuan mengenai geopark, hingga pemberdayaan masyarakat agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga warisan alam dan budaya.
Pada Pilar Ekonomi Berkelanjutan, pengembangan diarahkan untuk meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat berbasis potensi kawasan geopark melalui penguatan produk lokal, pengembangan geowisata, dan dukungan terhadap usaha masyarakat yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Sementara itu, Pilar Sarana Pengelolaan menitikberatkan pada penguatan tata kelola kawasan melalui peningkatan koordinasi, perencanaan, pemantauan, evaluasi, serta manajemen kawasan agar seluruh target pengembangan Geopark Meratus dapat terlaksana secara efektif dan sesuai dengan standar UNESCO.
Tenaga Ahli Teknis Perencanaan dan Culturediversity Badan Pengelola Geopark Meratus UNESCO Global Geopark, Resita Rahmitiasari dalam paparannya memyampaikan bahwa penyusunan program berbasis empat pilar tersebut merupakan strategi utama untuk memastikan seluruh aspek pengelolaan kawasan berjalan secara seimbang dan berkelanjutan.
“Empat pilar pengembangan menjadi fondasi dalam pengelolaan Geopark Meratus. Melalui konservasi, edukasi, ekonomi berkelanjutan, dan tata kelola yang baik, kami ingin memastikan seluruh program berjalan sesuai standar UNESCO Global Geopark,” ujar perwakilan Badan Pengelola Geopark Meratus.
Ia menambahkan, Rencana Induk Geopark Meratus yang saat ini disempurnakan akan menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan program pengembangan secara terpadu menuju revalidasi UNESCO.
“Rencana Induk ini akan menjadi pedoman bersama bagi seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan Geopark Meratus semakin terarah, kolaboratif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian warisan geologi, hayati, dan budaya,” ucapnya.
Melalui penyusunan program yang mengacu pada prinsip UNESCO Global Geopark tersebut, Badan Pengelola Geopark Meratus optimistis pengembangan kawasan akan semakin terarah, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Geopark Meratus sebagai kawasan warisan dunia yang dikelola secara berkelanjutan dalam menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark pada tahun 2028. (/smartbanua)
