- Kabut Asap Kembali Ganggu 10 Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor
- Baayun Maulid Tapin 2026: Tradisi Maulid Nabi dan Warisan Budaya Banjar
- Wamenko Pangan Sebut Karhutla Dipicu Ulah Manusia
- Karhutla Banjarbaru Terkendala Air, Menteri LH Siapkan Sumur Bor
- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
Kabut Asap Kembali Ganggu 10 Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor

Banjarbaru – Kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu pagi 26 Agustus 2026. Kembali
mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Baca Lainnya :
- Baayun Maulid Tapin 2026: Tradisi Maulid Nabi dan Warisan Budaya Banjar0
- Wamenko Pangan Sebut Karhutla Dipicu Ulah Manusia 0
- Karhutla Banjarbaru Terkendala Air, Menteri LH Siapkan Sumur Bor0
- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling0
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran0
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan terdapat 10 penerbangan yang terdampak kabut asap. Enam di antaranya merupakan penerbangan keberangkatan dengan tujuan Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, hingga Samarinda. Sementara empat lainnya merupakan penerbangan kedatangan dari Jakarta, Surabaya, dan Balikpapan.
Millyas menjelaskan, kondisi cuaca pada pagi hari sempat cukup baik. Namun, mulai sekitar pukul 06.30 hingga 08.30 WITA, kabut asap semakin tebal sehingga jarak pandang menurun drastis.
“Pagi hari cuaca cukup bagus, tapi pukul 06.30 WITA sampai 08.30 WITA ini menurun, kabut asapnya semakin tebal,” ujar Millyas.
Menurutnya, jarak pandang sempat berada di angka 1.500 meter sehingga sejumlah pesawat masih dapat diberangkatkan. Namun, ketika jarak pandang turun hingga sekitar 200 meter, penerbangan harus ditunda demi keselamatan.
“Kalau 200 meter memang enggak bisa dilakukan penerbangan,” katanya.
Meski sempat terganggu, Millyas memastikan kondisi penerbangan secara bertahap kembali normal. Bahkan, enam penerbangan telah melakukan proses boarding dan menunggu hingga jarak pandang dinilai aman untuk keberangkatan.
Ia menyebut, periode tersibuk atau peak hour di Bandara Syamsudin Noor berada pada sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WITA. Selain mengganggu penerbangan, kabut asap juga sempat masuk ke dalam gedung terminal keberangkatan. Untuk mengatasinya, pengelola bandara menggunakan blower untuk mengeluarkan asap yang masuk melalui celah-celah bangunan.
Manajemen bandara bersama Balai Karantina Kesehatan juga membagikan masker kepada penumpang yang belum menggunakan pelindung pernapasan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak paparan asap terhadap kesehatan penumpang selama berada di area bandara.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang tetap memantau perkembangan penerbangan dan kondisi cuaca sebelum menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor. (/smartbanua)
