Siaga Ancaman Karhutla, Dishut Kalsel Aktifkan Patroli hingga 100 Lebih Kelompok MPA

By smartbanua 07 Jul 2026, 16:36:21 WITA, 9 Dibaca Daerah
Siaga Ancaman Karhutla, Dishut Kalsel Aktifkan Patroli hingga 100 Lebih Kelompok MPA


 Banjarbaru - Dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan mengutamakan langkah pencegahan. 

Berbagai upaya telah disiapkan, mulai dari patroli rutin, penguatan personel di kawasan rawan, hingga mengaktifkan  lebih dari 100 Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Baca Lainnya :

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fatimatuzahra, usai mengikuti apel siaga Karhutla 2026 di kawasan kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin 6 Juli 2026. Ia juga mengatakan langkah pencegahan menjadi fokus utama agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.

"Yang paling kami utamakan adalah usaha pencegahan. Kami mengaktifkan patroli di daerah-daerah rawan, seperti kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor, Tahura Sultan Adam, dan Kabupaten Tanah Laut yang setiap tahun memiliki tingkat kejadian karhutla cukup tinggi," ujarnya.

Selain patroli, Dishut Kalsel juga mengaktifkan kembali posko-posko pengendalian karhutla, termasuk memastikan kesiapsiagaan pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) di kawasan rehabilitasi hutan. Setiap pengelola diminta memiliki posko, personel, serta melakukan patroli secara berkala.

Fatimatuzahra menjelaskan, koordinasi juga terus dilakukan bersama Manggala Agni, BPBD provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperkuat deteksi dini titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sejak awal sebelum meluas.

"Kami ingin pencegahan dilakukan sedini mungkin. Jangan menunggu sampai kebakaran menjadi besar baru ditangani," katanya.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Dishut Kalsel juga telah memetakan lokasi-lokasi kantong air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman, termasuk kebutuhan pengambilan air bagi helikopter water bombing apabila diperlukan.

Di kawasan Tahura Sultan Adam, pengawasan juga diperketat melalui sosialisasi kepada masyarakat, pelaku wisata, petugas keamanan, dan petugas kebersihan agar segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran.

Tahun ini, Dishut Kalsel juga telah menambah menara pemantau di kawasan Mandiangin dan Bukit Batu, menyiapkan tandon air di sejumlah titik strategis, serta memperluas sekat bakar yang berfungsi menghambat penyebaran api sekaligus menjadi jalur inspeksi bagi petugas.

Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Sipongi dan data Kementerian Kehutanan, kejadian titik api terbesar sepanjang Januari hingga Juli 2026 terjadi pada Mei. Meski demikian, Dishut Kalsel tetap meningkatkan kewaspadaan pada Juli hingga Agustus karena berdasarkan prakiraan BMKG periode tersebut merupakan puncak musim kemarau.

"Kami tetap siaga penuh meskipun hingga saat ini kejadian api di Juli belum terlalu besar. Pencegahan tetap menjadi prioritas utama agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi," ucap Fatimatuzahra.

Selain itu, Dishut Kalsel juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan para pemegang izin pengelolaan kawasan hutan, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sarana pendukung penanggulangan karhutla, guna memastikan seluruh pihak siap menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. (/smartbanua)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.