- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
BKOW Kalsel Gelar Sunatan Massal Gratis, Ellyana Trisya Hasnuryadi: Wujud Kepedulian untuk Anak Kurang Mampu


Banjarmasin - Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Setempat, menggelar bakti sosial sunatan (khitanan) massal.
Aksi sosial yang melibatkan sebanyak 30 anak-anak SD/TK sederajat ini, berlangsung di lobi Kantor Gubernur Kalsel, di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 0 Banjarmasin, Sabtu (04/07/2026).
Baca Lainnya :
- Terpilih Aklamasi, Hasnuryadi Sulaiman Komitmen Perkuat Pembinaan Atlet dan Prestasi KONI Kalsel0
- Sekdaprov Kalsel Sambut Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI, Bahas Ketahanan Pangan dan Antisipasi El Nino0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Hadiri Seminar Perdana Pembentukan Adhyaksa Chamber di ULM Banjarmasin0
- SPMB 2026 di Kalsel Berjalan Lancar0
- Gubernur H. Muhidin Resmi Canangkan Kabupaten Tanah Laut Sentra Jagung di Kalsel; Komitmen Mendukung Kebijakan Nasional Percepatan Pengembangan Jagung0
Sembari melihat proses khitanan dengan teknik elektrokauter (sunat laser), drg Ellyana menyemangati sejumlah anak, agar tetap kuat dan semangat.
Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg.Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat golongan ekonomi lemah atau kurang mampu yang merasa cukup berat membiayai khitanan anak mereka.
"Saat ini banyaknya anak yang dikhitan sebanyak 30 orang, mudahan nanti bisa lebih banyak lagi, " ujar drg Ellyana di sela-sela kegiatan.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Dinas Kesehatan dan DP3KB Provinsi Kalsel atas kerjasamanya hingga terlaksana kegiatan sunatan massal ini.
Selanjutnya disampaikan terima kasih kepada pada orang tua anak-anak yang dikhitan, atas kepercayaan mereka kepada pihaknya.
Diharapkan drg Ellyana Hasnuryadi, dengan adanya kegiatan sunatan massal, anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh perlakuan medis yang aman dan bermartabat juga sebagai salah satu bentuk perlindungan anak dan upaya peningkatan akses layanan kesehatan dasar.
Sementara itu, Kepala DP3KB Provinsi Kalsel Husnul Hatimah menyebutkan, peserta sunatan massal juga mendapat bingkisan seperti mereka tas sekolah sarung dan uang tunai, setelah dikhitan para tim medis.
Husnul mengatakan, sunatan massal ini dalam rangka pemenuhan salah satu hak anak yang merupakan kebutuhan dasar kesehatan dan kebersihan pada anak laki-laki yaitu tindakan khitan (sunat).
Dimana Selain memiliki nilai agama dan budaya, khitan juga memiliki manfaat medis seperti mengurangi risiko infeksi saluran kemih, dan risiko lainnya.
Namun disadari, akses terhadap layanan khitan yang aman dan terstandar masih terbatas bagi keluarga kurang mampu karena kendala biaya, keterbatasan informasi, dan sebagainya.
Di tempat yang sama, Herlina, salah satu orang tua anak yang dikhitan, merasa senang dengan kegiatan yang digagas Ketua BKOW Kalsel drg.Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi dan bekerjasama dengan Dinkes dan DP3AKB ini.
Berkesempatan mendapatkan pelayanan khitan gratis untuk anaknya ini ujar Herlina, sangat membantu sekali bagi mereka yang memiliki pendapatan sebatas mencukupi kebutuhan rumah tangganya.
Terlebih, selain diberikan pelayanan khitan gratis, anaknya juga diberi bingkisan berupa uang tunai, sarung dan tas sekolah yang kebetulan sangat diperlukan saat ini, menjelang kegiatan belajar kembali di sekolah.
"Sangat terbantu, apalagi biaya sunatan sekarang mencapai satu juta, " ujarnya.
Dalam proses sunatan massal, nampak para tim medis menanganinya menggunakan teknik sunat laser (elektrokauter) yakni menggunakan elemen pemanas elektrik untuk memotong jaringan dan langsung membekukan darah.
Prosedur ini minim perdarahan, pengerjaannya cepat (sekitar 15-30 menit), dan luka biasanya mengering dalam 5-7 hari. Biaya pelayanan sunat laser berkisar antara Rp 650.000 hingga Rp 2.000.000 tergantung fasilitas kesehatan. (/smartbanua)
