- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Museum Lambung Mangkurat Kini Ruang Belajar Inovatif bagi Generasi Muda

Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya menjadikan museum sebagai ruang belajar yang inovatif, inklusif, dan relevan bagi generasi muda. Komitmen tersebut mengemuka pada penutupan rangkaian Sepekan Cinta Museum 2026 di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.
Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, mengatakan museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi harus mampu menjadi pusat edukasi yang menarik di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Baca Lainnya :
- Dispora Kalsel Siapkan Wirausaha Muda Melek Digital 0
- BKOW Kalsel Gelar Sunatan Massal Gratis, Ellyana Trisya Hasnuryadi: Wujud Kepedulian untuk Anak Kurang Mampu0
- Terpilih Aklamasi, Hasnuryadi Sulaiman Komitmen Perkuat Pembinaan Atlet dan Prestasi KONI Kalsel0
- Sekdaprov Kalsel Sambut Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI, Bahas Ketahanan Pangan dan Antisipasi El Nino0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Hadiri Seminar Perdana Pembentukan Adhyaksa Chamber di ULM Banjarmasin0
"Museum harus bertransformasi menjadi ruang belajar yang inovatif, inklusif, dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda," ujarnya.
Menurutnya, Sepekan Cinta Museum merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan jati diri Banua melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Selama sepekan pelaksanaan, berbagai lomba seperti mewarnai tingkat PAUD, bagasing, menyanyi lagu Banjar, hingga tari kreasi tradisional berhasil menarik antusiasme masyarakat. Abdul Rahim menilai tingginya partisipasi menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kegiatan yang kreatif sekaligus memberikan nilai pembelajaran.
Ia berharap keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan terus diperluas agar mereka semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerah sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, mengatakan pihaknya akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Sepekan Cinta Museum pada tahun mendatang dengan memperluas kategori peserta berdasarkan jenjang usia, mulai dari anak-anak hingga masyarakat umum.
"PAUD juga akan menjadi perhatian sehingga anak-anak dapat lebih awal mengenal dan mencintai budaya daerah," kata Ady.
Melalui pengembangan program tersebut, Disdikbud Kalsel berharap museum semakin hidup sebagai pusat pembelajaran sejarah dan budaya, sekaligus menjadi ruang yang mampu membangun karakter generasi muda yang berbudaya dan mencintai identitas Banua. (/smartbanua)
