Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

By smartbanua 22 Sep 2026, 20:37:07 WITA, 10 Dibaca Pemprov Kalsel
Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla


BANJARMASIN — Gubernur Kalsel H. Muhidin meninjau langsung kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Kilometer 17, Gambut, Kabupaten Banjar yang masih terdampak kabut dan terjadi titik kebakaran pada Selasa (22/09/2026).

Didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita Kasrem 101/Antasari, Kolonel Inf. Roy Fakhrul Rozi, beserta unsur Forkopimda Kalsel dan sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel, Gubernur H. Muhidin turun langsung ke lapangan dan ikut berjibaku memadamkan api. 

Baca Lainnya :

Dengan selang pemadam, Gubernur H. Muhidin menyemprotkan air langsung ke titik yang masih terbakar di tengah kondisi lapangan yang dipenuhi asap.

Kehadiran Gubernur H. Muhidin menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara langsung di lapangan, sekaligus melihat kondisi kawasan yang terdampak asap.

Namun, penanganan tak berhenti pada pemadaman. Sebelumnya, Gubernur H. Muhidin juga meninjau langsung dapur karhutla di kawasan Pengayuan dan kawasan Guntung Damar untuk memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan petugas di lapangan tetap terpenuhi selama penanganan karhutla berlangsung.

Setelah itu, Gubernur H. Muhidin bergerak menuju Rumah Sakit Sambang Lihum untuk melihat langsung kondisi kawasan rumah sakit yang sempat dikepung asap dan membuat sejumlah pasien harus dievakuasi.

Di Rumah Sakit Sambang Lihum, Gubernu H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel, Kasrem yang mewakili Danrem, Wakapolda Kalsel serta jajaran rumah sakit memastikan kondisi terkini sekaligus membahas langkah untuk mengurangi ancaman api dan asap di sekitar kawasan tersebut.

Ditemui di sela-sela peninjauan, Gubernur H. Muhidin mengatakan, saat dirinya tiba, kondisi di sekitar rumah sakit sudah relatif aman meski masih ditemukan titik api di bagian belakang kawasan.

“Ternyata di belakang ini masih ada api dan kita sempat melihat ke sana.” kata Gubernur H. Muhidin.

Orang nomor satu di Kalsel itu juga memastikan pemerintah provinsi bergerak dengan menyiapkan alat berat untuk membuka dan membersihkan lahan di sekitar kawasan rumah sakit.

“Hari ini kami datangkan ekskavator untuk land clearing di daerah sini. Sebanyak 20 hektare kita land clearing.”

Langkah tersebut dijadwalkan mulai dilakukan pada Rabu (23/9/2026). Gubernur H. Muhidin meminta pekerjaan dilakukan hingga tuntas agar kawasan sekitar rumah sakit memiliki ruang yang lebih aman dari ancaman api.

Menurutnya, lahan seluas sekitar 20 hektare tersebut akan dibersihkan menggunakan alat berat sehingga pihak Rumah Sakit Sambang Lihum dapat melakukan langkah lanjutan, termasuk menyiapkan fasilitas penunjang seperti sumur untuk membantu kebutuhan penanganan kebakaran.

“Jadi nanti Rumah Sakit Sambang Lihum bisa bikin sumur air atau digunakan untuk keperluan lainnya.” ungkapnya.

Saat peninjauan berlangsung, kondisi mulai membaik seiring perubahan arah angin yang membuat asap bergerak menjauh dari kawasan rumah sakit.

“Alhamdulillah sudah membaik". pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora, mengatakan dampak karhutla tersebut akibat kawasan hutan lindung Liang Anggang yang berada di sekitar lingkungan rumah sakit terbakar sejak beberapa hari lalu.

Yuddy menyebut, total luas lahan RS sekitar 20 hektare, hanya 6 hektare yang saat ini digunakan sebagai fasilitas layanan, sementara sisanya masih berupa kawasan berhutan yang terdampak karhutla.

“Dari 14 hektare itu hampir semua terdampak, hanya titik apinya yang tersebar. Untuk area yang cukup besar sekitar dua hektare,” ujarnya.

Api disebut mulai muncul sejak beberapa hari sebelumnya dan sempat ditangani bersama BNPB dan BPBD, termasuk melalui dukungan helikopter water bombing. Namun, kondisi kembali memburuk saat helikopter dialihkan ke lokasi lain, sehingga api membesar dan asap mengarah ke area rumah sakit.

“Kami akhirnya melakukan evakuasi sementara karena asap semakin tebal,” katanya.

Yuddy mengatakan evakuasi terpaksa dilakukan secara internal dengan memindahkan pasien dari ruangan yang berdekatan dengan titik api ke area yang dinilai lebih aman. Secara medis, pelayanan rumah sakit disebut masih berjalan normal. Namun, banyak pasien mulai mengeluhkan dampak asap.

“Operasional medis tetap berjalan, tapi keluhan pasien cukup banyak,” ujarnya.

Pihak rumah sakit sempat membagikan masker kepada pasien, namun dinilai tidak cukup menahan paparan asap sehingga evakuasi menjadi langkah utama.

Untuk mencegah api kembali mendekat, RSJ Sambang Lihum berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan BNPB, serta melaporkan kondisi tersebut kepada Gubernur Kalimantan Selatan. H. Muhidin.

Dari hasil koordinasi, direncanakan dilakukan pembersihan lahan di sekitar kawasan rumah sakit untuk memutus penyebaran api sekaligus memudahkan penanganan. Selain itu, rumah sakit juga menyiapkan sumber air tambahan melalui pembangunan sumur gali sebagai langkah antisipasi.

RSJ Sambang Lihum turut menyiapkan skenario evakuasi eksternal apabila kondisi memburuk, dengan menggandeng Dinas Sosial.

Salah satu lokasi yang disiapkan adalah aula Balai Rehabilitasi Sosial yang diperkirakan mampu menampung sekitar 150 orang.

Meski demikian, pihak rumah sakit masih mengutamakan evakuasi internal sembari menunggu penanganan api di sekitar kawasan.

Yuddy berharap pengerahan peralatan dan penanganan karhutla dapat segera diperkuat agar titik api bisa dikendalikan.

“Kalau sudah terkendali, kami berharap tidak perlu evakuasi eksternal,” pungkasnya. (raponggati)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.