- Kalsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla Hingga November
- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
Kalsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla Hingga November

Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama satu bulan, mulai 1 hingga 30 November 2026.
Baca Lainnya :
- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla0
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan0
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi0
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel0
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel0
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Rony Eka Saputra, mengatakan perpanjangan status tersebut merupakan hasil musyawarah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sesuai arahan Gubernur Kalsel.
Menurutnya, langkah ini diperlukan karena potensi Karhutla masih perlu diantisipasi, meskipun hujan yang mengguyur sejumlah wilayah mulai menurunkan titik api secara signifikan.
“Status siaga darurat Karhutla ini diperpanjang satu bulan, 1 November sampai dengan 30 November,” kata Rony di Banjarbaru, 28 Oktober.
Rony menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Kalsel diperkirakan memasuki musim hujan secara normal pada dasarian kedua November atau sekitar 11 hingga 20 November. Sementara itu, sejumlah wilayah, termasuk Kotabaru, diperkirakan mengalami awal musim hujan lebih lambat hingga Desember.
Ia menyebut, hujan yang turun beberapa waktu terakhir telah membantu memadamkan banyak titik api. Namun, sejumlah lokasi masih mengeluarkan asap sehingga memerlukan penanganan lanjutan.
Salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian berada di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, khususnya daerah Kurnia dan kawasan di sebelah utara bandara.
“Titk api di Kalimantan Selatan sudah turun secara drastis. Sudah banyak titik api yang padam, namun memang masih ada beberapa tempat yang masih mengeluarkan asap,” katanya.
Rony menambahkan, petugas di lapangan terus melakukan pendataan dan pemadaman pada lokasi yang masih berasap guna mencegah kebakaran kembali meluas.
Dengan perpanjangan status siaga darurat ini, upaya penanganan Karhutla di Kalsel diharapkan tetap berjalan optimal hingga kondisi cuaca mendukung pemadaman secara menyeluruh. (/smartbanua)
