- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan

Banjarbaru - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun kemandirian ekonomi umat, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas. Kegiatan yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Banjarbaru tersebut dihadiri lebih dari 5.000 santri, serta jajaran Kementerian Agama. Kamis 22 Oktober 2026.
Baca Lainnya :
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi0
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel0
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel0
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla0
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, M. Tambrin, mengatakan santri memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mencakup berbagai bidang kehidupan, termasuk pemerintahan, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, santri perlu dipersiapkan menjadi generasi yang berakhlak mulia, memiliki kompetensi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Tambrin juga mendorong para santri agar berani berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja sendiri, sehingga dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi umat yang mandiri.
"posisi santri bukan hanya sebagai santri, tetapi juga agen perubahan yang dicetak menjadi seorang pengusaha, birokrat yang baik, berakhlak mulia, serta berperan dalam pemberdayaan ekonomi umat agar mandiri dan berwirausaha di masa depan," katanya.
Ia juga berharap Kalimantan Selatan segera pulih dari bencana Karhutla, tetap damai, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
"Mari untuk terus berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar Banua senantiasa dalam keadaan kondusif serta terhindar dari berbagai bencana," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang santri Pondok Pesantren Darul Hijrah, Muhammad Saddam Al-Fasi Asy-Syatir, berharap peringatan Hari Santri menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan, dan lebih giat belajar.
Ia juga menilai santri memiliki peluang untuk menjadi pengusaha dan membuka lapangan kerja sendiri apabila dibekali kemauan serta kesungguhan dalam berusaha.
"Menurut saya prinsip *man jadda wajada*, yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, dapat menjadi motivasi bagi santri untuk meraih cita-cita, termasuk dalam bidang kewirausahaan," ucapnya.
Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kontribusi santri dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan mendorong kemajuan Indonesia.
Juga diharapkan santri semakin siap mengambil peran sebagai agen perubahan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan, kemandirian ekonomi umat, dan terwujudnya Indonesia Emas.
