- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla
Hari Jadi ke-76 Kalsel Perkuat Identitas Provinsi Religius

Banjarbaru - Puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan berlangsung dengan suasana agamis dan sederhana, terpusat di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, kawasan komplek perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Kamis 13 Agustus 2026.
Peringatan ini jadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk meneguhkan komitmen membangun Kalsel yang religius.
Baca Lainnya :
- Hadiri Rakor Integritas se-Kalimantan, Sekdaprov Kalsel Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi0
- IFA Archipelago Kalsel 2026 Dimulai, Fathul Jannah: Sasirangan Warisan Budaya Banjar0
- Polresta Banjarmasin Tingkatkan Kesiapsiagan hadapi Ancaman Karhutla0
- Warga Sungai Rangas Antusias Tukar Sampah dengan Sembako0
- Pamor Borneo 2026 Ditutup, Hj. Fathul Jannah Tampil dengan Sasirangan Motif Borneo Bersama0
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman membacakan sambutan Gubernur Kalsel Muhidin, menyampaikan, bahwa konsep agamis dalam peringatan Hari Jadi tahun ini sejalan dengan visi Kalsel Bekerja yang mengarahkan pembangunan daerah dalam kerangka kehidupan yang religius.
Menurut Hasnuryadi, nilai-nilai agama perlu menjadi landasan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
“Dari tempat yang mulia ini, di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, kita menyatukan tekad untuk mewujudkan Kalsel yang religius di seluruh aspek kehidupan.”
Hasnuryadi meyakini, kepatuhan masyarakat, pejabat dan seluruh unsur pemerintahan terhadap aturan agama akan membawa keberkahan bagi Banua. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan kekompakan, serta terus bekerja bersama untuk kemajuan Kalimantan Selatan.
Dalam momentum yang sama, Masjid Ikonik Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari resmi diresmikan Gubernur Kalsel H Muhidin bersama Forkopimda. Gubernur mengajak masyarakat, khususnya pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel, untuk memakmurkan masjid tersebut. (/raponggati)
