- Kalsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla Hingga November
- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
Sopir Truk Datangi Kantor Gubernur Menjerit Solar Sulit Didapat

Banjarbaru - Ribuan sopir dengan ratusan truk menggeruduk Kawasan Kantor Gubernur Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarbaru, Rabu 13 Mei.
Mereka juga membentangkan spanduk bernada protes, para pengemudi menyuarakan sulitnya mengakses subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di SPBU.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Terima Sertifikat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Musik Panting0
- Segarkan Organisasi Gubernur Muhidin Kembali Lantik Ratusan Pejabat 0
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Tabligh Akbar dan Haul ke-6 Almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang di Tanah Bunbu0
- Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan untuk Petani Jagung0
- Gubernur Kalsel Bakal Evaluasi Kembali Kinerja Pejabat hingga Eselon IV0
Dalam orasinya, para sopir meminta Pemerintah bersama aparat dan Pertamina agar bekerja melihat kondisi buruknya penyelewengan solar di lapangan. Termasuk soal preman SPBU yang diduga dilindungi oleh aparat.
"Kami ingin para pemimpin bekerja. Tindak yang membuat solar sulit didapat sopir," kata Aliansyah kordinator orasi.
Sementara Udin, Sopir Truck asal Banjarbaru mengaku kerap mengisi subsidi BBM di salah satu SPBU di Banjarbaru. Saat mengantre di SPBU itu, ia sulit untuk mendapatkan subsidi BBM jenis biosolar, apalagi jika membeli di eceran harganya mencapai Rp20 ribu per liter.
“Antri lama sampai berhari-hari, belum lagi dipungut duit oleh preman ,” ucapnya.
Massa yang tergabung dalam kelompok sopir truck menyampaikan aspirasinya di hadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, M Syarifuddin yang didampingi pejabat teras Pemprov Kalsel. Pihak Polda Kalsel, Korem, Pertamina dan instansi terkait.
"Kami akan tindaklanjuti aspirasi para sopir ini. Segera kami bentuk satgas untuk masalah ini,' katanya. (/smartbanua)
