- Wali Kota Banjarbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan
- BPBD Banjarbaru Catat 49 Karhutla Hanguskan 200 Hektare
- Tugu Pal 0 Kilometer Segera Dibuka, Pemprov Kalsel Siapkan Nobar Final Piala Dunia
- Pemprov Kalsel Segera Implementasikan Manajemen Talenta ASN, H. Muhidin: Tingkatkan Kualitas Birokrasi
- Sekdaprov Syarifuddin Resmi Dilantik sebagai Ketua KORMI Kalsel 2026–2031, Gubernur H. Muhidin Dorong Budaya Olahraga Masyarakat
- Menhaj Resmikan Fasilitas Peningkatan Pelayanan Asrama Haji Kelas I Banjarmasin
- Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I 2026; Gubernur Kalsel Tekankan Implementasi Inovasi dan Peningkatan Disiplin
- Empat Pilar Pengembangan Jadi Fondasi Penguatan Geopark Meratus Menuju Revalidasi UNESCO 2028
- NPC Kalsel Jadi Model Nasional, Sekdaprov Syarifuddin Puji Pembinaan Atlet Disabilitas
- Kalsel Buka Peluang Bangun SPBUN Berbasis Koperasi, Nelayan Makin Mudah Akses BBM
BPBD Banjarbaru Catat 49 Karhutla Hanguskan 200 Hektare

Banjarbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat sebanyak 49 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Januari hingga pertengahan Juli 2026. Dari puluhan kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai 2006 hektare.
Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, mengatakan intensitas karhutla mulai meningkat seiring memasuki musim kemarau. Sejumlah wilayah menjadi perhatian khusus, terutama kawasan yang memiliki vegetasi lahan gambut.
Baca Lainnya :
- Tugu Pal 0 Kilometer Segera Dibuka, Pemprov Kalsel Siapkan Nobar Final Piala Dunia0
- Pemprov Kalsel Segera Implementasikan Manajemen Talenta ASN, H. Muhidin: Tingkatkan Kualitas Birokrasi0
- Sekdaprov Syarifuddin Resmi Dilantik sebagai Ketua KORMI Kalsel 2026–2031, Gubernur H. Muhidin Dorong Budaya Olahraga Masyarakat0
- Menhaj Resmikan Fasilitas Peningkatan Pelayanan Asrama Haji Kelas I Banjarmasin0
- Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I 2026; Gubernur Kalsel Tekankan Implementasi Inovasi dan Peningkatan Disiplin 0
"Jadi terkait dengan karhutla dari Januari sampai sekarang itu sudah terjadi 49 kali. Terhitung dari Januari sampai sekarang sudah 200,6 hektare lahan yang terbakar di Kota Banjarbaru," ujar Zaini, Kamis.
Menurutnya, Kecamatan Cempaka menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi di Kota Banjarbaru. Karena itu, BPBD memfokuskan upaya pencegahan dan penanganan di kawasan tersebut agar kebakaran tidak meluas.
Selain Cempaka, BPBD juga meningkatkan pengawasan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor. Penanganan di area strategis tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama BPBD Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap aktivitas penerbangan.
Zaini menjelaskan, penyebab kebakaran lahan dipengaruhi oleh kombinasi faktor cuaca dan aktivitas manusia. Kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan membuat lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Di sisi lain, masih ditemukan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.
"Penyebabnya memang karena cuaca panas, kemudian juga karena masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara dibakar," katanya.
BPBD Banjarbaru terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas. Selain membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat, tindakan tersebut juga melanggar aturan yang berlaku.
Zaini menegaskan, larangan pembakaran lahan telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarbaru serta berbagai ketentuan hukum lainnya. Masyarakat diminta ikut berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.
Dengan meningkatnya potensi kebakaran pada puncak musim kemarau, BPBD Banjarbaru mengharapkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat, dunia usaha hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga wilayah Banjarbaru dari ancaman karhutla.
