- Tolak Instruksi Menhub Ratusan Massa Datangi KSOP Banjarmasin
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya
- Gubernur Kalsel Resmikan Lapangan Tenis Binda Kalsel, Hj Fathul Jannah Tekankan Olahraga sebagai Jembatan Silaturahmi
- Sheila On 7 Guncang Buzz Youth FestPuluhan Ribu Penonton Bernyanyi Bersama
- Ketua TP PKK Kalsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Jejangkit Batola
- Wayang Golek Sunda: Sejarah, Perkembangan, dan Nilai Budaya Sejak Abad ke-17
- Kehangatan di RS Bhayangkara, Gubernur dan Kapolda Kalsel Dampingi Dua Anak Yatim Pejuang Kesembuhan
- Gemar Minum Susu Akan Diperkuat di Kalsel
- Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi ULM, Seili Peragakan 18 Adegan
- Tulisan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Berubah Biru, Ini Penjelasan Pengelola
Disdikbud Kalsel Gelar Festival Wayang Kulit Banjar untuk Apresiasi Seniman Pewayangan

smarbanua.com - Sebagai bentuk apresiasi terhadap para seniman pewayangan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Wayang Dunia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar Festival Wayang Kulit Banjar.
Festival ini diikuti oleh tujuh kelompok wayang kulit Banjar dari berbagai kabupaten/kota di Kalsel. Kegiatan tersebut juga menghadirkan juri berkompeten, di antaranya dalang sekaligus pengrajin wayang kulit Banjar Taufik Rahmad Hidayat, serta analis wayang asal DI Yogyakarta Ki Udreka.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Percepat Penerbitan SK PPPK Paruh Waktu, 6.403 Pegawai Segera Dilantik0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Buka Rakor Pendidikan 2025, Perkuat Sinergi dan Rayakan Hari Guru Nasional0
- Apresiasi Pendidikan Kalsel 2025: Gubernur Muhidin Anugerahkan Penghargaan untuk Daerah dan Pendidik Berprestasi0
- Kelurahan Kelayan Tengah Deklarasikan Kampung Bebas dari Narkoba0
- Rapat Koordinasi Tata Kelola Karbon Kalsel 2025 Resmi Dibuka, Fokus pada NEK dan FOLU Net Sink 20300
Kepala Disdikbud Kalsel Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang penting bagi para seniman wayang kulit Banjar untuk terus berkarya dan mempertahankan eksistensi seni tradisi Banua.
“Kita di Kalsel memiliki banyak komunitas seniman pewayangan yang andal di bawah naungan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kalsel. Festival ini merupakan bentuk tanggung jawab Taman Budaya untuk mendukung mereka tetap aktif melestarikan kesenian Banua,” ujarnya di Banjarmasin, Rabu (26/11/2025).
Suharyanti juga mengapresiasi antusiasme generasi muda Banua yang turut terlibat dalam menjaga keberlangsungan seni wayang kulit Banjar.
“Alhamdulillah, pada festival ini baik penabuh maupun dalang banyak berasal dari kalangan muda. Bahkan ada mahasiswa lulusan seni tari yang mampu mementaskan wayang kulit Banjar dengan sangat baik. Ini menjadi bukti bahwa seni tradisi masih memiliki tempat di hati generasi penerus,” jelasnya.
Ia berharap, melalui festival ini, kecintaan masyarakat terhadap wayang kulit Banjar semakin tumbuh dan melahirkan lebih banyak lagi seniman pewayangan yang kreatif dan inovatif.
“Kami ingin memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup, berkembang, dan dapat dinikmati hingga ke generasi selanjutnya,” pungkasnya.(/smartbanua)
