- Milad ke-51 MUI Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemajuan Banua
- Gubernur Kalsel H Muhidin Ungkap Alasan PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
- Polresta Banjarmasin Bersihkan Eks Terminal Pasar Sentra Antasari, Wujudkan Lingkungan Sehat
- ETLE Handheld Tindak 20 Pelanggar Parkir di Badan Jalan Banjarmasin
- Wagub Hasnuryadi Tegaskan Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Kembangkan Olahraga Sambo di Banua
- Gubernur H. Muhidin Resmi Dilantik Sebagai Ketua Majeliis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel
- Hj. Fathul Jannah Dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel; Siap Perkuat Pembentukan Karakter dan Pengembangan Potensi Generasi Muda
- Komitmen Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Tingkatkan Berbagai Program Gerakan Pramuka ke Tingkat Nasional
- Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya
- Gubernur Kalsel Apresiasi Milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing
Erupsi Gunung Semeru: 956 Warga Mengungsi, Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Keterangan Gambar : Warga di Lumajang mengungsi sementara di Balai Desa Penanggal, Candipuro, usai bencana erupsi Semeru lontarkan awan panas 13 kilometer. (Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang, smartbanua.com – Sebanyak 956 warga terpaksa mengungsi setelah Gunung Semeru kembali erupsi. Para pengungsi kini tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Di Kecamatan Pronojiwo, terdapat empat titik pengungsian utama, yaitu:
Baca Lainnya :
- Status Gunung Semeru Naik ke Level Awas, Warga Mengungsi ke Zona Aman0
- Suplai Pertamax Kalsel Kembali Normal, Distribusi Pertamina Lancar Lagi0
- 91 Bollard Trotoar Jalan Panglima Batur Banjarbaru Dicuri, PUPR Ganti Material Non-Besi0
- Empat Anak di Aluh Aluh Diserang Kera Liar, Polisi dan BKSDA Turun Tangan0
- Operasi Zebra Intan 2025 Digelar hingga Akhir November, Ini 7 Pelanggaran Prioritas0
-
SDN Supit Urang 4 dengan 100 jiwa,
-
Balai Desa Oro-Oro Ombo dan Masjid Ar Rahmah sebanyak 500 jiwa,
-
SDN Sumber Urip 02 menampung 200 jiwa.
Sementara di Kecamatan Candipuro, dua lokasi pengungsian juga disiapkan:
-
Rumah Kepala Desa Sumber Wuluh dengan 55 jiwa,
-
Kantor Kecamatan Candipuro menampung 101 jiwa.
“Untuk jumlah pengungsi terdapat 956 jiwa yang tersebar di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro,” ujar Kepala BPBD Lumajang, Isnugroho, dikutip dari detikJatim, Kamis (20/11/2025).
Sebagai respons atas meningkatnya aktivitas vulkanik, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025 tentang status tanggap darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru.
Status ini berlaku selama 7 hari, mulai 19 hingga 25 November 2025, sebagai langkah cepat, terpadu, dan terkoordinasi dalam menghadapi dampak erupsi serta menjamin keselamatan warga.
Dengan status tanggap darurat ini, seluruh upaya penanganan mulai dari evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga mitigasi lanjutan dapat dilakukan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan pihak terkait. (smartbanua)
