- Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Terhadap Seorang Warga yang Diduga Tenggelam di Sungai Desa Rantau Nangka, Kabupaten Banjar
- Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- BAILANG PAKACIL Tembus Rawa Paminggir, PastikanLayanan Adminduk hingga Pelosok
- BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Kalsel hingga Pertengahan Juni
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Buka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XVIII 2026; Tekankan Semangat Bekerja Melayani Masyarakat Banua
- ASN Pemprov Tersandung Dugaan Pemerasan, Gubernur, Silahkan Proses
- Dinas ESDM Kalsel Minta Maaf, ASN nya Tersandung Pemerasan
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-16 Tuan Guru H Sofyan Noor bin Ahmad Sya ran di Martapura
- Desa Baringin Jadi Percontohan Penanganan Permukiman Terpadu di Kalsel
- Gubernur Dorong JMSI Kalsel Jaga Independensi
Erupsi Gunung Semeru: 956 Warga Mengungsi, Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Keterangan Gambar : Warga di Lumajang mengungsi sementara di Balai Desa Penanggal, Candipuro, usai bencana erupsi Semeru lontarkan awan panas 13 kilometer. (Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang, smartbanua.com – Sebanyak 956 warga terpaksa mengungsi setelah Gunung Semeru kembali erupsi. Para pengungsi kini tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Di Kecamatan Pronojiwo, terdapat empat titik pengungsian utama, yaitu:
Baca Lainnya :
- Status Gunung Semeru Naik ke Level Awas, Warga Mengungsi ke Zona Aman0
- Suplai Pertamax Kalsel Kembali Normal, Distribusi Pertamina Lancar Lagi0
- 91 Bollard Trotoar Jalan Panglima Batur Banjarbaru Dicuri, PUPR Ganti Material Non-Besi0
- Empat Anak di Aluh Aluh Diserang Kera Liar, Polisi dan BKSDA Turun Tangan0
- Operasi Zebra Intan 2025 Digelar hingga Akhir November, Ini 7 Pelanggaran Prioritas0
-
SDN Supit Urang 4 dengan 100 jiwa,
-
Balai Desa Oro-Oro Ombo dan Masjid Ar Rahmah sebanyak 500 jiwa,
-
SDN Sumber Urip 02 menampung 200 jiwa.
Sementara di Kecamatan Candipuro, dua lokasi pengungsian juga disiapkan:
-
Rumah Kepala Desa Sumber Wuluh dengan 55 jiwa,
-
Kantor Kecamatan Candipuro menampung 101 jiwa.
“Untuk jumlah pengungsi terdapat 956 jiwa yang tersebar di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro,” ujar Kepala BPBD Lumajang, Isnugroho, dikutip dari detikJatim, Kamis (20/11/2025).
Sebagai respons atas meningkatnya aktivitas vulkanik, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025 tentang status tanggap darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru.
Status ini berlaku selama 7 hari, mulai 19 hingga 25 November 2025, sebagai langkah cepat, terpadu, dan terkoordinasi dalam menghadapi dampak erupsi serta menjamin keselamatan warga.
Dengan status tanggap darurat ini, seluruh upaya penanganan mulai dari evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga mitigasi lanjutan dapat dilakukan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan pihak terkait. (smartbanua)
