- Komisi I DPR RI Kunjungi Markas Korem 101/Antasari Bahas Kodam Baru
- Pemprov Kalsel Fasilitasi 150 Lulusan SMA Kuliah Luar Negeri
- Kementrian PU Rencanakan Bangun Jembatan Barito Dua
- Tolak Instruksi Menhub Ratusan Massa Datangi KSOP Banjarmasin
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya
- Gubernur Kalsel Resmikan Lapangan Tenis Binda Kalsel, Hj Fathul Jannah Tekankan Olahraga sebagai Jembatan Silaturahmi
- Sheila On 7 Guncang Buzz Youth FestPuluhan Ribu Penonton Bernyanyi Bersama
- Ketua TP PKK Kalsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Jejangkit Batola
- Wayang Golek Sunda: Sejarah, Perkembangan, dan Nilai Budaya Sejak Abad ke-17
- Kehangatan di RS Bhayangkara, Gubernur dan Kapolda Kalsel Dampingi Dua Anak Yatim Pejuang Kesembuhan
Karhutla di Kalsel Bakar Ratusan Hektare Lahan

Banjarmasin : Luas Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada tahun 2025 tercatat 358 hektar. Sementara total kejadian Karhutla yang tercatat BPBD Kalsel sebanyak 164 kali dengan jumlah titik api sebanyak 2 ribu lebih.
“Data tersebut hasil akumulasi Karhutla sepanjang 2025 mulai 1 Januari hingga 20 Agustus,” kata Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi.
Baca Lainnya :
- Korban Jatuh dari Speed Boat di Taboneo Meninggal0
- Baayun Maulud 2025 Pemprov Kalsel Buka Pendaftaran Hingga September0
- Tiga Tokoh Kalsel Terima Penghargaan dari Presiden0
- Dukung Kunjungan Kapolri Dislutkan Kalsel Bagikan Ikan Gratis Saat Gerakan Pangan Murah0
- Gubernur H. Muhidin Dampingi Kapolri Listyo Sigit Resmikan Gedung Baru Perkantoran Polda dan Gedung SPPG Dukung Program MBG0
Untuk jumlah luas Karhutla tahun 2025, diperoleh berdasar data lapangan yang dilaporkan BPBD Kabupaten kota Se Kalimantan Selatan. “Data kita kumpulkan berdasar pengamatan langsung kejadian Karhutla di lapangan oleh BPBD Kabupaten kota Se Kalsel,” kata Bambang.
Sementara terkait data Karhutla yang dikeluarkan Kemenhut, berdasar hasil pencitraan satelit. Sehingga ada perbedaan signifikan dengan data Karhutla BPBD Kalsel yang merupakan hasil pengamatan di lapangan.
“Sehingga wajar bila ada perbedaan, selain itu untuk Karhutla yang terjadi di wilayah konsesi pihak swasta di luar kewenangan BPBD Kalsel dalam penanganannya,” ungkap Bambang.
Menurutnya, dengan luasan lahan terdampak Karhutla tersebut hingga saat, terjadi penurunan signifikan dibandingkan luas Karhutla tahun 2024 lalu.
Kondisi tersebut menunjukkan penanganan karhutla di Kalsel tahun ini lebih terkendali. “Dampak Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin, ini berkat kesigapan dan kolaborasi semua pemangku kepentingan dalam penanganan Karhutla, sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel,” kata Bambang
Selain itu, BNPB juga membantu melalui penyediaan helikopter waterbombing dan helikopter patroli udara yang sudah beroperasi sejak 18 Agustus 2025. Sementara Kementerian Lingkungan Hidup mendukung lewat operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 10 hari untuk membasahi kawasan rawan terbakar.
“Dengan kombinasi penanganan karhutla melalui darat dan udara menjadikan langkah penanganan jauh lebih efektif dan efisien,” pungkas Bambang.(smartbanua)
