- Kalsel Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah
- Dislautkan Kalsel Rapat Kerja Teknis Perencanaan Pembangunan Kelautan dan Perikanan 2027
- Pemprov Kalsel Siapkan Kolaborasi Pasar Murah Sambut Ramadhan
- Jelang Ramadan Edar dan Harga Minyakita Diawasi Ketat
- Ketua Dekranasda Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin Hadiri INACRAFT 2026, Dorong Produk Kerajinan Banua Tembus Pasar Nasional dan Global
- Wakili Gubernur H. Muhidin, Sekdaprov Kalsel Hadiri Antasari Award 2026 UIN Antasari Banjarmasin
- KPK OTT di Kantor KPP Madya Banjarmasin
- Penghunian Hotel Bintang Kalsel Turun Akhir 2025
- Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Banjarmasin Selatan
- Gubernur H. Muhidin Hadiri Sosialisasi Kemendagri, Pemprov Kalsel Dukung Digitalisasi Bansos agar Tepat Sasaran dan Transparan
Kisah Petani Karet Asal Tabalong Untuk Berhaji

Tabalong : Dari seluruh daftar nama calon jamaah haji Kabupaten Tabalong tahun 2025, ada kisah kisah haru muncul dari pasangan suami istri yang pantang menyerah mewujudkan impian spiritualnya.
Baca Lainnya :
- Gubernur H. Muhidin Buka Musprovlub Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalsel Tahun 20250
- Catat Rekor Bulog Kalsel Berhasil Serap Gabah Petani Capai 29.968 ton0
- Sidang Lanjutan Pembunuhan Juwita, Jumran Sempat Disarankan Untuk Menikahi0
- Sepasang Kekasih Diciduk Polisi Saat Pesta Sabu - Sabu0
- Pemprov Kalsel Percepatan SID, Cetak Sawah Rakyat dan Manajemen Keuangan Tahun 20250
Andi Misrani Sulai dan istrinya Mulyani Asmaran Adul, petani karet asal Desa Garagata Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong yang akhirnya berangkat ke Tanah Suci tahun ini, setelah sempat menunda keberangkatan mereka pada musim haji 2024 lalu.
Keputusan menunda keberangkatan tentu bukan hal mudah. Tapi itulah kenyataan yang harus diterima pasangan ini tahun lalu. Saat nama mereka telah keluar dalam daftar haji 2024, tabungan yang mereka kumpulkan belum cukup untuk melunasi biaya keberangkatan.
Penghasilan sebagai petani karet yang hanya sekitar Rp1 juta per bulan, membuat mereka harus memutar otak dan hati untuk menyeimbangkan antara impian berhaji dan kebutuhan rumah tangga.
“Waktu itu kami sedih, tapi memang belum cukup. Kami masih harus pikirkan anak-anak juga,” ujar Mulyani lirih.
Memiliki tiga orang anak, dua di antaranya masih dalam tanggungan mereka karena masih sekolah dan membutuhkan biaya hidup harian, Andi dan Mulyani tidak pernah mengeluh. Setiap tetes keringat di kebun karet mereka niatkan sebagai ikhtiar untuk ibadah.
Selama setahun terakhir, mereka terus menabung, menyisihkan sedikit demi sedikit dari hasil panen karet dan tidak jarang mereka harus menunda kebutuhan pribadi demi menambah simpanan ongkos haji.
Usaha dan ketabahan itu akhirnya berbuah manis. Tahun ini, nama mereka kembali tercantum dalam daftar jamaah haji Tabalong 2025. Kali ini, dengan hati mantap dan tabungan yang cukup, mereka siap berangkat.
“Alhamdulillah, Allah kasih kesempatan lagi dan tahun ini tergabung di Kloter BDJ-02 Embarkasi Banjarmasin. Mudah-mudahan bisa menjalankan ibadah dengan lancar,” ucap Andi penuh syukur.
Keberangkatan pasangan ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi juga simbol keteguhan hati dan kekuatan niat. Meski hidup dalam keterbatasan, mereka menunjukkan bahwa tak ada mimpi yang terlalu besar selama ada kesabaran dan keyakinan.
Di tengah ribuan jamaah haji Indonesia, kisah Andi dan Mulyani mungkin hanya sebaris. Namun bagi mereka, ini adalah bukti nyata bahwa ketulusan dan perjuangan yang diam-diam sering kali menghasilkan pencapaian paling suci.
