Penghunian Hotel Bintang Kalsel Turun Akhir 2025

By smartbanua 04 Feb 2026, 13:48:57 WITA, 37 Dibaca Daerah
Penghunian Hotel Bintang Kalsel Turun Akhir 2025


Banjarmasin - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Kalimantan Selatan mengalami penurunan pada Desember 2025, menandai melemahnya kinerja perhotelan di akhir tahun.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat, TPK hotel bintang Desember 2025 hanya mencapai 59,80 persen, turun 0,96 poin dibandingkan November 2025 yang berada di angka 60,75 persen.

Baca Lainnya :

Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, mengatakan penurunan ini juga terlihat signifikan secara tahunan. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, TPK Desember 2025 turun 4,92 poin dari Desember 2024 yang mencapai 64,72 persen (year on year).

“Ini menunjukkan tingkat hunian hotel bintang di Kalsel belum sepenuhnya pulih, khususnya di akhir tahun,” ujar Mukhanif di Banjarbaru, Selasa 3 Januari 2026.

Berdasarkan klasifikasi, hotel bintang 4 masih mencatat TPK tertinggi sebesar 65,03 persen, namun tetap belum mampu menahan tren penurunan secara umum. Sementara itu, hotel bintang 1 menjadi yang terendah dengan TPK hanya 42,13 persen, mencerminkan rendahnya okupansi pada segmen hotel ekonomi.

Tak hanya hunian, Rata-Rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang juga mengalami pelemahan. Pada Desember 2025, RLM tercatat 1,42 malam, turun 0,16 poin dibandingkan November 2025 yang mencapai 1,58 malam.

Jika Dilihat per klasifikasi, hotel bintang 3 mencatat RLM tertinggi selama 1,50 malam, sedangkan hotel bintang 2 terendah dengan 1,12 malam, menandakan durasi tinggal tamu yang relatif singkat.

Penurunan juga terjadi pada hotel nonbintang. Pada Desember 2025, RLM tertinggi hanya 1,09 malam pada kelompok kamar kurang dari 10, sementara kelompok kamar 10–24 hanya 1,03 malam.

Meski sektor perhotelan melemah, BPS mencatat perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) asal Kalimantan Selatan justru meningkat sepanjang Januari–Desember 2025, mencapai 20,53 juta perjalanan. 

Namun peningkatan mobilitas tersebut belum sepenuhnya berdampak pada tingkat hunian dan lama menginap hotel.

“Puncak perjalanan wisnus terjadi pada April 2025, namun pada akhir tahun tidak cukup kuat mendorong kinerja hotel,” jelas Mukhanif.

Kabupaten Banjar tercatat sebagai daerah asal perjalanan wisnus tertinggi selama 2025, namun tantangan sektor perhotelan masih terlihat dari turunnya hunian dan durasi menginap di Desember 2025. (/smartbanua)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.