- Komisi I DPR RI Kunjungi Markas Korem 101/Antasari Bahas Kodam Baru
- Pemprov Kalsel Fasilitasi 150 Lulusan SMA Kuliah Luar Negeri
- Kementrian PU Rencanakan Bangun Jembatan Barito Dua
- Tolak Instruksi Menhub Ratusan Massa Datangi KSOP Banjarmasin
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya
- Gubernur Kalsel Resmikan Lapangan Tenis Binda Kalsel, Hj Fathul Jannah Tekankan Olahraga sebagai Jembatan Silaturahmi
- Sheila On 7 Guncang Buzz Youth FestPuluhan Ribu Penonton Bernyanyi Bersama
- Ketua TP PKK Kalsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Jejangkit Batola
- Wayang Golek Sunda: Sejarah, Perkembangan, dan Nilai Budaya Sejak Abad ke-17
- Kehangatan di RS Bhayangkara, Gubernur dan Kapolda Kalsel Dampingi Dua Anak Yatim Pejuang Kesembuhan
Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, Berhasil Dibebaskan Setelah 1,5 Tahun Disandera KKB di Papua

Nduga, Papua – Setelah 1,5 tahun disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, akhirnya berhasil dibebaskan. Operasi pembebasan ini dilakukan oleh Tim Gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz pada Sabtu (21/9).
Komandan Operasi Damai Cartenz 2024, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa keberhasilan pembebasan Mehrtens merupakan hasil dari upaya pendekatan persuasif yang dilakukan secara intensif.
"Kami mengutamakan pendekatan yang humanis untuk meminimalisir risiko korban jiwa, baik dari pihak aparat, masyarakat sipil, maupun demi keselamatan Philip," ujar Faizal.
Pilot Mehrtens telah ditahan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di bawah pimpinan Egianus Kogoya sejak awal tahun 2023. Selama periode penyanderaan ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya melalui jalur diplomasi dan pendekatan keamanan untuk membebaskan pilot tersebut dengan aman.
Faizal menekankan pentingnya pendekatan tersebut dalam menghadapi situasi genting seperti ini.
"Keselamatan nyawa adalah prioritas utama kami, sehingga segala langkah yang diambil dilakukan dengan hati-hati," tambahnya.
Setelah dibebaskan, Philip Mark Mehrtens segera dievakuasi ke tempat yang aman untuk mendapatkan perawatan medis dan konseling psikologis guna memulihkan kondisi fisiknya setelah lebih dari setahun berada di bawah tekanan KKB.
Pembebasan ini menjadi kabar gembira setelah proses panjang yang penuh tantangan, baik bagi keluarga korban maupun Pemerintah Indonesia, yang terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Selandia Baru.
Baca Lainnya :
- Pameran Tunggal Akan Digelar Akhir September0
- Curah Hujan Menurun Karhutla Meluas di Kalsel0
- Relaksasi Pajak Berhasil Tingkatkan PAD Kalsel0
- Gema Maulid Malam ke-15, Habib Ali bin Muhammad Al Haddad Ingatkan Pentingnya Tujuan dari Perayaan Maulid0
Operasi ini juga menjadi sinyal kuat bahwa TNI-Polri terus berkomitmen untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di wilayah Papua, khususnya dalam menangani konflik dengan kelompok bersenjata yang selama ini mengganggu stabilitas di kawasan tersebut. (smartbanua)
