- Jelang Lebaran, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan Komoditas di Pelabuhan Trisakti
- Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi ke 6 Digelar Khidmat di Banjarmasin
- Jasa Raharja Kalsel Perkuat Sinergi, Dukung Mudik Aman 2026
- 2.189 Personel Amankan Lebaran di Kalsel
- Polda Kalsel Lepas 617 Peserta Mudik Gratis, Antusias Meningkat
- Polda Kalsel dan Bulog Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Terbantu
- Puisi sebagai Ruang Membaca Realitas: Buku Pesiar Tanpa Berlayar Dibedah di Kampung Buku Banjarmasin
- Gubernur H. Muhidin Berbuka Puasa Bersama Ketua DPRD Kalsel; Keberhasilan Pembangunan Sinergi Kuat Pemerintah, Legislatif dan Masyarakat
- Kantor Gubernur Kalsel dan Gedung Idham Chalid Resmi Kantongi PBG dan SLF dari Pemkot Banjarbaru
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Mahligai Pancasila, Penyegaran Birokrasi di Bulan Ramadan
Banjir Kabupaten Banjar: Desa Pasar Jati Astambul Terdampak Parah, Air Bersih Jadi Masalah Utama

Keterangan Gambar : Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Banjar: Banjir yang masih menggenangi Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, memasuki hari keenam dan mulai memicu krisis air bersih bagi warga terdampak. Meski debit air berangsur surut, genangan yang bertahan lama membuat sumber air warga tidak dapat digunakan secara normal.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Pasar Jati, sedikitnya 760 rumah dan 790 Kepala Keluarga (KK) di RT 1 hingga RT 8 terdampak banjir. Wilayah terparah berada di sepanjang bantaran Sungai Batakura, di mana genangan air masih bertahan di permukiman warga.
Pembakal Desa Pasar Jati, Quzwini, mengungkapkan bahwa keluhan utama warga saat ini bukan hanya akses jalan yang terputus, tetapi juga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Baca Lainnya :
- Kapolda Kalsel Minta Wisatawan Waspada Saat Berwisata 0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Tinjau Langsung Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar0
- Jasad Penumpang KM Rucitra yang Diduga Menceburkan Diri Ditemukan di Pantai Batakan0
- Rakor Akhir Tahun, Gubernur Kalsel Evaluasi Realisasi APBD 20250
- Gubernur Kalsel Muhidin Minta Kades Tanggap Dengan Bencana0
“Air memang mulai turun, tapi kebutuhan air bersih warga sekarang jadi perhatian utama kami,” ujar Quzwini saat mendampingi kunjungan Bupati Banjar.
Sebagai langkah darurat, pemerintah desa telah memaksimalkan operasional unit tangki air desa dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar untuk suplai tambahan air bersih.
Distribusi air difokuskan ke wilayah yang akses jalannya terputus, khususnya di RT 7, yang menjadi perbatasan Desa Pasar Jati dan Desa Jati Baru.
Meski menghadapi keterbatasan, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing dengan membuat panggung darurat. Pemerintah desa juga terus memantau kondisi kesehatan warga guna mengantisipasi penyakit akibat keterbatasan air bersih.
“Kami terus berupaya memastikan kebutuhan dasar warga, terutama air bersih, tetap terpenuhi selama banjir belum sepenuhnya surut,” ucap Quzwini.
