- Dipimpin Figur Berpengalaman, AGNIA Perkuat Konsolidasi Guru Ngaji Nasional
- Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ajak Perempuan Perkuat Iman Sambut Ramadhan
- Jelang Ramadan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Minyakita
- Disperkim Kalsel Gaspol Tekan RTLH dan Kawasan Kumuh
- Gubernur Kalsel Pimpin Rakor Pengendalian Banjir Banua Anam, Targetkan Pembangunan Sodetan
- PUPR Kalsel Fokus Lanjutkan Pembangunan Rumah Jabatan Gubernur
- Diskominfo Kalsel Siapkan Platform Pelayanan Publik Terintegrasi
- Sat Lantas Polresta Banjarmasin Ajarkan Safety Riding ke Anak Pondok Pesantren
- Polda Kalsel Musnahkan 67,6 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi
- Dit Lantas Polda Kalsel Gelar Rampcheck Keselamatan di Banjarbaru
Dipimpin Figur Berpengalaman, AGNIA Perkuat Konsolidasi Guru Ngaji Nasional


Banjarbaru - Asosiasi Guru Ngaji Indonesia (AGNIA) resmi hadir sebagai wadah untuk menyatukan dan memperkuat peran guru ngaji di seluruh Indonesia.
Organisasi ini dipimpin oleh tokoh-tokoh berpengalaman di tingkat nasional, sehingga diharapkan mampu bergerak secara profesional dan terarah.
Baca Lainnya :
- Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ajak Perempuan Perkuat Iman Sambut Ramadhan0
- Jelang Ramadan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Minyakita0
- Gubernur Kalsel Pimpin Rakor Pengendalian Banjir Banua Anam, Targetkan Pembangunan Sodetan0
- PUPR Kalsel Fokus Lanjutkan Pembangunan Rumah Jabatan Gubernur0
- Polda Kalsel Musnahkan 67,6 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi0
Ketua Umum AGNIA, Anggy Firmansyah, yang juga Founder Masjid Sejuta Pemuda, mengatakan AGNIA akan menjadi penggerak persatuan guru ngaji di Indonesia.
“AGNIA diarahkan menjadi motor penggerak konsolidasi nasional guru ngaji, sekaligus membangun sistem organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Sebagai Sekretaris Umum, Nanang Mubarok yang juga menjabat Ketua Umum DPP BKPRMI, menegaskan ada tiga fokus utama yang akan dijalankan AGNIA.
“AGNIA akan fokus pada tiga agenda utama, yaitu konsolidasi nasional guru ngaji, advokasi kebijakan yang berpihak kepada penguatan pendidikan Al-Qur’an, serta peningkatan kapasitas guru ngaji melalui program pelatihan dan pengembangan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut Nanang menjelaskan alasan pentingnya organisasi ini dibentuk, dimana berdasarkan data BKPRMI, terdapat sekitar 928 ribu guru ngaji yang melayani pembelajaran Al-Qur’an bagi kurang lebih 270 juta umat Islam di Indonesia.
Selain itu, Bendahara Umum AGNIA, dijabat oleh Muzahid Akbar Hayat, seorang akademisi dan pemerhati guru ngaji.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas AGNIA menyampaikan bahwa, berdasarkan hasil penelitian Institut Al-Qur’an Jakarta mencatat bahwa 72,25 persen Muslim di Indonesia buta aksara Al Qur'an atau masih belum mampu membaca dan tulis Al-Qur’an. Fakta ini menjadi perhatian serius dan memperkuat urgensi gerakan nasional peningkatan literasi Al-Qur’an yang terstruktur dan terorganisasi.
Dengan dukungan Anggota DPR RI, H. Sudian Noor serta kepemimpinan tokoh-tokoh nasional yang berpengalaman, AGNIA diharapkan menjadi organisasi yang kuat, profesional, dan benar-benar dapat membantu dan meningkatkan kesejahteraan guru ngaji.
AGNIA hadir agar guru ngaji tidak lagi berjalan sendiri, tetapi bisa bergerak bersama dalam satu visi untuk memperkuat literasi Al-Qur’an dan membangun generasi yang berkarakter Qur’ani. (/)


