- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
Gubernur Dorong JMSI Kalsel Jaga Independensi

Banjarmasin - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan pentingnya kehadiran media siber yang profesional, independen, dan terverifikasi sebagai penjernih informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Dalam konteks tersebut, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah JMSI Provinsi Kalimantan Selatan periode 2025–2030 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Senin 8 Juni.
Baca Lainnya :
- Puncak Harjad Kotabaru ke-76; Wagub Kalsel Apresiasi Prestasi hingga Pembangunan Jembatan Pulau Laut0
- Jupiter Aerobatic Team Melintas di Udara Kalsel, Apresiasi Gubernur H. Muhidin Saat Saksikan Langsung Bersama Warga0
- Pemprov Kalsel Raih 3 Penghargaan Nasional Bidang Pendidikan dari Mendikdasmen RI; Validitas Data Pendidikan Terbaik, Implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Tahun 2026 dan Pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP)0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin dan Istri Hj. Fathul Jannah bersama Wagub Hasnuryadi dan istri drg. Ellyana Trisya Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin0
- Peringatan Hari Lanjut Usia; Hj. Fathul Jannah Muhidin Sambangi dan Serahkan Bantuan untuk Lasia0
Dalam sambutannya, Dinansyah mengungkapkan bahwa perkembangan era digital menghadirkan tantangan besar bagi dunia jurnalistik. Selain menjamurnya lebih dari 50 ribu media siber di Indonesia yang belum seluruhnya terverifikasi Dewan Pers, masyarakat juga dihadapkan pada maraknya hoaks, disinformasi, serta pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Di sinilah peran JMSI menjadi penting, yaitu memastikan anggotanya bekerja sesuai standar dan etika jurnalistik, berpihak pada kebenaran, serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memandang pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kehadiran pers yang sehat dinilai penting untuk menyebarluaskan informasi pembangunan, mengawal akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus memberikan kritik yang konstruktif demi kemajuan daerah.
Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menegaskan fungsi pers sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga kehidupan demokrasi.
Dinansyah juga mengungkapkan bahwa Kalimantan Selatan berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) tahun 2024 dengan meraih peringkat pertama nasional dan memperoleh nilai 80,91 poin.
“Atas capaian tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menilai Kalimantan Selatan layak menjadi daerah percontohan nasional dalam penerapan kemerdekaan pers,” katanya.
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan buah kolaborasi antara pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat, termasuk melalui sinergi yang dibangun dalam Konsorsium Pers Banua.
Lebih lanjut, Dinansyah mengaitkan pentingnya verifikasi informasi dengan nilai-nilai keagamaan melalui konsep tabayyun, yakni memastikan kebenaran suatu informasi sebelum disampaikan kepada publik.
“Saya meyakini, merawat ruang informasi yang sehat adalah bagian dari amanah. Sebagaimana agama mengajarkan kita untuk tabayyun, yaitu memeriksa dan memverifikasi kebenaran sebelum menyampaikan suatu informasi,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur melalui Dinansyah juga berharap kepengurusan JMSI Kalimantan Selatan yang baru dilantik dapat terus menjaga independensi, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengawal pembangunan Banua secara kritis, objektif, dan konstruktif.
Pelantikan Pengurus Daerah JMSI Kalimantan Selatan periode 2025–2030 tersebut turut dihadiri jajaran pengurus pusat JMSI, di antaranya Wakil Ketua Umum JMSI Eko Parmuji dan Wakil Sekretaris JMSI Sabri, serta mitra strategis dari badan usaha milik daerah dan perusahaan swasta di Kalimantan Selatan.
