- Sanggar Seni Suluh Banua Angkat Nilai Budaya Dayak Deah Lewat Tari Njipah, Tabalong Juara Umum FKTD Kalsel 2026
- 4.151 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNISKA MAB
- Hujan Hasil Operasi Modifikasi Cuaca Guyur Sejumlah Wilayah Kalsel
- Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam Karhutla ke Polda Kalteng
- Dishut Kalsel 24 Jam Jaga Hutan Lindung Liang Anggang Dari Karhutla
- Dinkes Kalsel Perkuat Layanan Kesehatan Dampak Kabut Asap
- Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional, Enam Daerah Jadi Pilot Project
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Apresiasi Karya Penyandang Disabilitas, Merdeka Berkarya Tanpa Batas
- Kabut Asap Kembali Ganggu 10 Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor
- Baayun Maulid Tapin 2026: Tradisi Maulid Nabi dan Warisan Budaya Banjar
May Day di Mapolresta Banjarmasi Buruh Minta Outsourcing Dihapuskan dan Tuntut Kenaikan Upah

Banjarmasin - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di halaman Mapolresta Banjarmasin, Rabu 29 April, dimanfaatkan para pekerja untuk menyuarakan berbagai aspirasi, terutama terkait sistem outsourcing dan penyesuaian upah.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kalimantan Selatan, Sadin Sasau, menegaskan bahwa sistem outsourcing masih menjadi persoalan utama yang dinilai merugikan buruh.
Baca Lainnya :
- Ribuan Buruh May Day di Mapolresta Banjarmasin, Minta outsourcing Dihapus0
- Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder Demi Zero Over Dimension Over Loading 20270
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin; Momentum Pelajari dan Nilai-Nilai Keteladanan Ulama0
- Halalbihalal Kepala Sekolah dan Pegawas Sekolah SMA/SMK se- Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Keteladanan di Dunia Pendidikan0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Dorong PT. Ambapers Gali Pendapatan Asli Daerah untuk Pemprov Kalsel 0
“Kami meminta agar sistem outsourcing dapat dihapuskan, karena berdampak pada ketidakpastian kerja, upah yang rendah, minimnya jaminan sosial, serta buruh rentan mengalami PHK tanpa pesangon,” ujarnya kepada wartawan.
Selain itu, buruh juga mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan penyesuaian upah. Tuntutan ini muncul seiring meningkatnya harga bahan pokok dalam beberapa waktu terakhir yang semakin menekan daya beli pekerja.
Sadin menyebut, pemerintah daerah di Kalimantan Selatan sejauh ini dinilai cukup responsif terhadap aspirasi buruh. Namun, keputusan strategis tetap berada di tangan pemerintah pusat.
“Kalau pemerintah daerah di sini sangat mendukung apa aspirasi kami tersebut,” ujarnya.
Kegiatan May Day yang digelar oleh Polda Kalimantan Selatan bersama Polresta Banjarmasin ini berlangsung dalam suasana tertib, dengan diisi bakti sosial hingga donor darah.
Sementara itu, buruh juga berencana kembali menggelar aksi lanjutan pada 3 Mei mendatang di kawasan Kilometer 0 Banjarmasin sebagai bentuk konsistensi perjuangan mereka dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. (/smartbanua)
