- Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam Karhutla ke Polda Kalteng
- Dishut Kalsel 24 Jam Jaga Hutan Lindung Liang Anggang Dari Karhutla
- Dinkes Kalsel Perkuat Layanan Kesehatan Dampak Kabut Asap
- Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional, Enam Daerah Jadi Pilot Project
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Apresiasi Karya Penyandang Disabilitas, Merdeka Berkarya Tanpa Batas
- Kabut Asap Kembali Ganggu 10 Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor
- Baayun Maulid Tapin 2026: Tradisi Maulid Nabi dan Warisan Budaya Banjar
- Wamenko Pangan Sebut Karhutla Dipicu Ulah Manusia
- Karhutla Banjarbaru Terkendala Air, Menteri LH Siapkan Sumur Bor
- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kios Pangan DPKP Kalsel, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Baca Lainnya :
- BAILANG PAKACIL Tembus Rawa Paminggir, PastikanLayanan Adminduk hingga Pelosok0
- BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Kalsel hingga Pertengahan Juni0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Buka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XVIII 2026; Tekankan Semangat Bekerja Melayani Masyarakat Banua0
- ASN Pemprov Tersandung Dugaan Pemerasan, Gubernur, Silahkan Proses0
- Dinas ESDM Kalsel Minta Maaf, ASN nya Tersandung Pemerasan0
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, program tersebut rutin dilaksanakan hampir setiap bulan sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan guna membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan.
“Gerakan Pangan Murah ini kami lakukan secara rutin, hampir setiap bulan. Hari ini kami bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, DPKP Kalsel menyediakan setengah ton beras SPHP, setengah ton gula pasir, dan 1.000 liter minyak goreng. Selain itu, tersedia pula komoditas lain seperti telur ayam, bawang merah, bawang putih, serta produk UMKM pangan lokal.
Syamsir menjelaskan, sejumlah komoditas dijual dengan harga yang telah mendapat subsidi dari pemerintah daerah. Beras SPHP yang biasanya dijual Rp59 ribu per kemasan diturunkan menjadi Rp55 ribu. Gula pasir yang di pasaran mencapai Rp18.500 per kilogram dijual Rp15 ribu per kilogram, sementara minyak goreng tetap dijual Rp15 ribu per liter.
Untuk komoditas bawang merah dan bawang putih, masyarakat dapat membeli dalam satu paket seharga Rp40 ribu dari harga normal sekitar Rp43 ribu. Adapun telur ayam dijual Rp23 ribu per rak dari harga pasaran Rp25 ribu.
Menurut Syamsir, pemerintah menerapkan mekanisme pembelian agar seluruh masyarakat yang hadir dapat memperoleh komoditas yang tersedia. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu kali terlebih dahulu, dan dapat kembali membeli apabila stok masih tersedia setelah seluruh pengunjung mendapatkan kesempatan yang sama.
“Kami ingin semua masyarakat bisa merasakan manfaat Gerakan Pangan Murah ini. Karena pada beberapa kegiatan sebelumnya masih ada warga yang tidak kebagian akibat tingginya antusiasme masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilakukan di Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi, tetapi juga akan terus diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK setempat.
“Ke depan kegiatan ini akan terus dilaksanakan di berbagai daerah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat dan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi pangan,” pungkasnya.
