- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
- Pemprov Kalsel Kembali Beri Insentif Pajak Kendaraan
- Hari Jadi ke-76 Kalsel Perkuat Identitas Provinsi Religius
- Hadiri Rakor Integritas se-Kalimantan, Sekdaprov Kalsel Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi
- IFA Archipelago Kalsel 2026 Dimulai, Fathul Jannah: Sasirangan Warisan Budaya Banjar
Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura

MARTAPURA – Perhatian Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap kegiatan keagamaan dan penghormatan kepada ulama-ulama di Banua kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf di kompleks makam almarhum, Jalan Martapura Lama, Desa Pekauman Dalam, Martapura Timur, Sabtu (15/8/2026) malam.
Kehadiran Wakil Gubernur Kalsel itu menjadi bagian dari penghormatan Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap sosok ulama yang memiliki jasa besar pada sejarah panjang perkembangan pendidikan Islam di Banua.
Baca Lainnya :
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka MTQ Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalsel di Barito Kuala0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-16 Tuan Guru H Sofyan Noor bin Ahmad Sya ran di Martapura0
- Momentum HKG PKK 2026, Fathul Jannah Muhidin Hadiri Kajian Muslimah di Masjid Sabilal Muhtadin0
- Sudian Noor Soroti Pemondokan Haji Jauh dari Masjidil Haram, Minta Pemerintah Prioritaskan Kenyamanan Jemaah0
- Haul ke-2 Abah Guru Banjar Indah di Tungkaran Banjar, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Disambut Antusias Warga dan Jamaah0
Almarhum KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf merupakan ulama kharismatik Banjar yang dipercaya menjadi pimpinan keenam Pondok Pesantren Darussalam Martapura periode 1969–1976.
Pengaruh keilmuan beliau juga terlihat dari banyaknya ulama yang pernah menimba ilmu kepadanya, termasuk KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul.
Lahir di Kampung Karamat, Martapura Timur, sekitar 1913, KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf merupakan putra H. Ma’ruf bin Haji Said. Pada 1942–1944, beliau sempat berada di Pontianak untuk berdagang dan kemudian mendapat kepercayaan mengajar di Istana Kadriyah atas permintaan Sultan.
Setelah kembali ke Martapura pada 1945, beliau menjalankan wasiat KH. Kasyful Anwar untuk membantu Pondok Pesantren Darussalam.
KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf wafat pada 1 Februari 1979 atau 12 Rabi’ul Awwal 1400 Hijriah dan dimakamkan di Pekauman, Martapura.
Momentum untuk meneladani perjalanan hidup almarhum ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kalsel dalam mengusung visi 'Kalsel Bekerja' (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera), khususnya pada penguatan nilai keagamaan—hal yang juga selaras dengan tausiah Ustaz H. Ilham Humaidi agar jemaah memanfaatkan bulan Maulid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih rahmat dan keberkahan-Nya.
“Cari itu anugerah, cari itu karunia, cari itu rahmat,” ujarnya.
Ustaz Ilham juga mengajak jemaah tidak sekadar mengenang para ulama, tetapi mengambil pelajaran dari kehidupan dan perjuangan mereka.
“Beliau menjadi orang mulia karena yang beliau temui adalah orang-orang yang mulia,” katanya.
Menurutnya, kisah hidup para ulama dan orang saleh penting untuk menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya agar nilai-nilai ilmu, ibadah, dan keteladanan yang mereka wariskan tetap diteruskan.
“Sejarah hidup para shalihin agar kita mengambil pembelajaran dari itu semua,” tuturnya.
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan tahlil, dzikir, puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Haji Fathurrahman serta pembacaan manaqib KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf oleh Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. M. Madyan.
Turut dihadiri Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Darussalam, H. Muhaimin Muhammad Husein, Wakil Pimpinan Umum Pondok Pesantren Darussalam Guru K.H. Ahmad Nawawi Rosyad, para habaib, alim ulama, guru-guru agama dan guru Pondok Pesantren Darussalam.
Hadir pula perwakilan Bupati Banjar bersama jajaran pejabat terkait, keluarga sohibul haul, para santri Pondok Pesantren Darussalam, Camat Martapura Timur, serta unsur Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, Polres Banjar dan Polsek Martapura Timur yang turut mendukung kelancaran kegiatan. (raponggati)
