Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura

By smartbanua 16 Agu 2026, 20:44:21 WITA, 8 Dibaca Pemprov Kalsel
Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura

MARTAPURA – Perhatian Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap kegiatan keagamaan dan penghormatan kepada ulama-ulama di Banua kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf di kompleks makam almarhum, Jalan Martapura Lama, Desa Pekauman Dalam, Martapura Timur, Sabtu (15/8/2026) malam.


Kehadiran Wakil Gubernur Kalsel itu menjadi bagian dari penghormatan Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap sosok ulama yang memiliki jasa besar pada sejarah panjang perkembangan pendidikan Islam di Banua.

Baca Lainnya :


Almarhum KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf merupakan ulama kharismatik Banjar yang dipercaya menjadi pimpinan keenam Pondok Pesantren Darussalam Martapura periode 1969–1976.


Pengaruh keilmuan beliau juga terlihat dari banyaknya ulama yang pernah menimba ilmu kepadanya, termasuk KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul.


Lahir di Kampung Karamat, Martapura Timur, sekitar 1913, KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf merupakan putra H. Ma’ruf bin Haji Said. Pada 1942–1944, beliau sempat berada di Pontianak untuk berdagang dan kemudian mendapat kepercayaan mengajar di Istana Kadriyah atas permintaan Sultan.


Setelah kembali ke Martapura pada 1945, beliau menjalankan wasiat KH. Kasyful Anwar untuk membantu Pondok Pesantren Darussalam. 


KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf wafat pada 1 Februari 1979 atau 12 Rabi’ul Awwal 1400 Hijriah dan dimakamkan di Pekauman, Martapura.


Momentum untuk meneladani perjalanan hidup almarhum ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kalsel dalam mengusung visi 'Kalsel Bekerja' (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera), khususnya pada penguatan nilai keagamaan—hal yang juga selaras dengan tausiah Ustaz H. Ilham Humaidi agar jemaah memanfaatkan bulan Maulid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih rahmat dan keberkahan-Nya.


“Cari itu anugerah, cari itu karunia, cari itu rahmat,” ujarnya.


Ustaz Ilham juga mengajak jemaah tidak sekadar mengenang para ulama, tetapi mengambil pelajaran dari kehidupan dan perjuangan mereka.


“Beliau menjadi orang mulia karena yang beliau temui adalah orang-orang yang mulia,” katanya.


Menurutnya, kisah hidup para ulama dan orang saleh penting untuk menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya agar nilai-nilai ilmu, ibadah, dan keteladanan yang mereka wariskan tetap diteruskan.


“Sejarah hidup para shalihin agar kita mengambil pembelajaran dari itu semua,” tuturnya.


Rangkaian acara diisi dengan pembacaan tahlil, dzikir, puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Haji Fathurrahman serta pembacaan manaqib KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf oleh Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. M. Madyan.


Turut dihadiri Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Darussalam, H. Muhaimin Muhammad Husein, Wakil Pimpinan Umum Pondok Pesantren Darussalam Guru K.H. Ahmad Nawawi Rosyad, para habaib, alim ulama, guru-guru agama dan guru Pondok Pesantren Darussalam.


Hadir pula perwakilan Bupati Banjar bersama jajaran pejabat terkait, keluarga sohibul haul, para santri Pondok Pesantren Darussalam, Camat Martapura Timur, serta unsur Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, Polres Banjar dan Polsek Martapura Timur yang turut mendukung kelancaran kegiatan. (raponggati)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.