- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
Fenomena Motor Brebet di HST, Warga Keluhkan Pertalite Diduga Bermasalah

Hulu Sungai Tengah, smartbanua.com – Puluhan sepeda motor warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami brebet (tersendat) hingga mati total setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di sejumlah SPBU. Fenomena ini telah berlangsung sejak akhir Oktober lalu dan semakin banyak dikeluhkan warga hingga November 2025.
“Fenomena sepeda motor brebet ini sudah terjadi sejak akhir Oktober hingga sekarang. Rata-rata motor matic yang datang ke bengkel mengalami masalah serupa,” ujar Amat, salah satu pekerja bengkel di Barabai, Rabu (26/11/25).
Baca Lainnya :
- Disdikbud Kalsel Gelar Festival Wayang Kulit Banjar untuk Apresiasi Seniman Pewayangan0
- Pemprov Kalsel Percepat Penerbitan SK PPPK Paruh Waktu, 6.403 Pegawai Segera Dilantik0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Buka Rakor Pendidikan 2025, Perkuat Sinergi dan Rayakan Hari Guru Nasional0
- Apresiasi Pendidikan Kalsel 2025: Gubernur Muhidin Anugerahkan Penghargaan untuk Daerah dan Pendidik Berprestasi0
- Kelurahan Kelayan Tengah Deklarasikan Kampung Bebas dari Narkoba0
Menurutnya, sejak awal bulan ia sudah menangani puluhan motor dengan gejala brebet, mendadak mati, hingga mesin tak bisa menyala sama sekali. Mayoritas motor yang masuk adalah tipe matic seperti Honda Scoopy, Beat, Vario, PCX, hingga beberapa jenis motor lainnya.
“Penanganannya macam-macam. Ada yang cuma perlu perbaikan ringan, tapi ada juga yang harus bongkar mesin total karena kerusakannya cukup parah. Tangki BBM-nya juga kami bersihkan,” tuturnya.
Amat mengungkapkan temuan yang turut membuatnya curiga: warna Pertalite yang berbeda dari biasanya. “Warnanya agak hijau terang. Dan ini mengendap di busi pembakaran, jadi beberapa busi juga harus diganti,” jelasnya.
Akibat kejadian ini, warga HST disebut ramai-ramai beralih ke Pertamax. Dalam beberapa waktu terakhir bahkan sempat terjadi kekosongan stok Pertamax di sejumlah SPBU karena lonjakan permintaan mendadak.
Menanggapi keresahan warga, Kepala Bidang Perdagangan HST Aris Waluyo menyampaikan bahwa pihaknya sudah memanggil seluruh pengelola SPBU di HST untuk meminta klarifikasi terkait dugaan Pertalite bermasalah yang menyebabkan motor brebet, mogok, hingga alami kerusakan komponen mesin.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan kualitas bahan bakar tetap sesuai standar agar tidak merugikan masyarakat. “Kami sudah meminta penjelasan dari setiap SPBU. Klarifikasinya masih kami dalami,” katanya.
Aris mengimbau masyarakat tetap waspada dan melaporkan segera jika mendapati dugaan masalah serupa pada bahan bakar yang dibeli dari SPBU manapun. (smartbanua)
