- Dishut Kalsel Tertibkan PETI di Tahura Sultan Adam
- RSJ Sambang Lihum Optimistis Raih Predikat WBBM 2027
- WFH ASN di Pemprov Kalsel Belum Diputuskan
- Penguatan Peran Pengawas Sekolah, Kunci Atasi Kesenjangan Mutu Pendidikan
- Kemarau di Kalsel Bakal Datang Lebih Awal dan Lebih Kering
- Polresta Banjarmasin Kawal Aksi Damai Kamisan ditengah Guyuran Hujan
- Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Hibah Sarana Budidaya Ikan Gabus
- Sempat Vakum, BPSDM Kalsel Siap Gelar PKN
- Haul ke-2 Abah Guru Banjar Indah di Tungkaran Banjar, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Disambut Antusias Warga dan Jamaah
- Berbaur Ulama, Habaib dan Jamaah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Masjid Jami Tuhfaturroghibin
Kemarau di Kalsel Bakal Datang Lebih Awal dan Lebih Kering

Banjarbaru - Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, menyampaikan bahwa musim kemarau tahun 2026 di Kalimantan Selatan diprediksi datang lebih awal dengan karakteristik lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Hal tersebut disampaikan pada Diseminasi Informasi Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 Provinsi Kalimantan Selatan secara virtual, Kamis 2 April
Baca Lainnya :
- Polresta Banjarmasin Kawal Aksi Damai Kamisan ditengah Guyuran Hujan0
- Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Hibah Sarana Budidaya Ikan Gabus0
- Sempat Vakum, BPSDM Kalsel Siap Gelar PKN0
- Haul ke-2 Abah Guru Banjar Indah di Tungkaran Banjar, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Disambut Antusias Warga dan Jamaah0
- Berbaur Ulama, Habaib dan Jamaah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Masjid Jami Tuhfaturroghibin0
Klaus menegaskan bahwa secara nasional prediksi awal musim kemarau telah dirilis oleh BMKG, namun waktu awal musim di setiap daerah berbeda-beda. Untuk wilayah Kalimantan Selatan, awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi secara bertahap sejak April hingga Mei 2026.
“Masing-masing wilayah tidak bersamaan memasuki awal musim kemarau. Di Kalimantan Selatan, sebagian wilayah mulai pada April dan sebagian lainnya pada Mei,” ujarnya.
Ia menjelaskan, informasi prediksi ini sangat penting sebagai dasar perencanaan bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Dengan adanya data klimatologis tersebut, diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan yang tepat, khususnya dalam menghadapi periode musim kemarau tahun ini.
Lebih lanjut, Klaus mengharapkan seluruh pihak dapat memanfaatkan informasi yang disampaikan secara optimal, terutama dalam menyusun langkah antisipatif dan mitigasi dampak musim kemarau.
“Kami berharap informasi ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan stakeholder terkait, terutama dalam menetapkan rencana menghadapi periode musim kemarau,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti kekeringan, keterbatasan sumber daya air, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci dalam meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.
Selain itu, BMKG melalui Stasiun Klimatologi Kalsel akan terus menyampaikan informasi detail terkait perkembangan musim kemarau melalui narasumber teknis dalam kegiatan tersebut.
Hal ini bertujuan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi iklim yang akan dihadapi.
Klaus mengajak seluruh peserta yang terdiri dari seluruh unsur terkait dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi musim kemarau 2026.
“Melalui informasi ini, kita semua diharapkan dapat melakukan mitigasi sejak dini terhadap dampak musim kemarau,” pungkasnya. (/smartbanua)
