- Gubernur Kalsel Sampaikan Duka Musibah KM Virgo, Pastikan Penanganan Maksimal
- Kapal Virgo Transport Tujuan BJM-SBY Tenggelam Bawa 243 Orang
- Sebanyak 103 Penumpang KM Virgo Tenggelam Berhasil Dievakuasi
- Hj. Fathul Jannah Dorong Perpustakaan Desa Hadir, Ajak Kader Posyandu Giatkan Aktivitas Membaca
- Hj. Fathul Jannah Muhidin Gaungkan Penguatan Posyandu 6 SPM dan PAUD Ramah Anak
- Sanggar Seni Suluh Banua Angkat Nilai Budaya Dayak Deah Lewat Tari Njipah, Tabalong Juara Umum FKTD Kalsel 2026
- 4.151 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNISKA MAB
- Hujan Hasil Operasi Modifikasi Cuaca Guyur Sejumlah Wilayah Kalsel
- Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam Karhutla ke Polda Kalteng
- Dishut Kalsel 24 Jam Jaga Hutan Lindung Liang Anggang Dari Karhutla
Komdigi Dorong Redaksi Modern Beretika di Era AI

Bandung, smartbanua.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan pentingnya transformasi menuju redaksi modern yang tetap berpegang pada etika dan regulasi dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyampaikan hal tersebut dalam diskusi “MediaConnect: Dari Cepat Jadi Cermat – Menyikapi AI di Meja Redaksi”. Menurut Nezar, redaksi dewasa ini tidak hanya dituntut untuk cepat dalam penyajian informasi, tetapi juga menjaga integritas dan akurasi konten di tengah maraknya otomatisasi.
Baca Lainnya :
- Fenomena Motor Brebet di HST, Warga Keluhkan Pertalite Diduga Bermasalah0
- Disdikbud Kalsel Gelar Festival Wayang Kulit Banjar untuk Apresiasi Seniman Pewayangan0
- Pemprov Kalsel Percepat Penerbitan SK PPPK Paruh Waktu, 6.403 Pegawai Segera Dilantik0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Buka Rakor Pendidikan 2025, Perkuat Sinergi dan Rayakan Hari Guru Nasional0
- Apresiasi Pendidikan Kalsel 2025: Gubernur Muhidin Anugerahkan Penghargaan untuk Daerah dan Pendidik Berprestasi0
AI kini telah menjadi bagian dari alur kerja redaksi modern — fungsi seperti proofreading, penerjemahan, transkripsi, hingga analisis awal banyak dibantu oleh teknologi. Namun Nezar menekankan bahwa penggunaan AI tidak boleh menggantikan sepenuhnya peran manusia. Pemakaian AI harus didampingi oleh analisis kritis, verifikasi fakta, dan penulisan yang tetap mempertahankan karakter jurnalistik.
Untuk memastikan transformasi redaksi tetap berada pada koridor etika, Komdigi tengah menyelesaikan penyusunan dua dokumen penting: Peta Jalan Nasional AI dan Pedoman Etika AI. Dua dokumen ini ditargetkan menjadi regulasi resmi lewat Peraturan Presiden (Perpres). Regulasi diharapkan menjadi acuan bagi media dan institusi dalam menerapkan teknologi AI secara bertanggung jawab, dengan memperhatikan transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan data.
Narasumber dari media — seperti pemimpin redaksi di salah satu media besar — mengingatkan bahwa media harus menetapkan batasan jelas dalam penggunaan AI. Di beberapa media, AI hanya diperbolehkan untuk brainstorming atau pekerjaan pendukung, sementara naskah utama tetap ditulis dan diverifikasi oleh manusia. Ini dianggap penting untuk menjaga nilai orisinalitas dan integritas jurnalistik di era di mana konten otomatis semakin melimpah.
Salah satu ahli AI dan penasihat kreatif yang dikutip menyatakan bahwa meskipun AI efektif dalam mengolah data, mesin tidak dapat menggantikan sentuhan manusia — intuisi, pengalaman, empati, dan nilai etika — yang tetap menjadi ciri khas redaksi berkualitas.
Dengan semakin meluasnya pemanfaatan AI dalam dunia media, transformasi redaksi modern — dengan pondasi etika, regulasi, dan manusia sebagai kontrol utama — dianggap krusial agar jurnalisme tetap kredibel, akurat, dan bertanggung jawab. (/smartbanua)
