- Kalsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla Hingga November
- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
Polsek Cempaka Rekonstruksi Kasus Perkelahian Maut di Pumpung Banjarbaru, Peragakan 36 Adegan

BANJARBARU, smartbanua.com – Unit Reserse Kriminal Polsek Cempaka menggelar rekonstruksi kasus perkelahian yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang di kawasan Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/11/2025).
Rekonstruksi dilaksanakan pada Kamis (18/12/2025) siang dengan menghadirkan tersangka serta sejumlah saksi guna memperjelas kronologi kejadian sekaligus melengkapi berkas penyidikan.
Baca Lainnya :
- drg Ellyana Trisya Hasnuryadi Resmi Dilantik Jadi Ketua VII YJI Kalsel 2025–2030, Fokus Cegah Penyakit Jantung0
- Pemprov Kalsel Matangkan Persiapan Momen 5 Rajab 1447 H, Fokus Rekayasa Lalu Lintas dan Kenyamanan Jemaah0
- Sejarah dan Makna 5 Rajab: Haul Abah Guru Sekumpul di Martapura, Tradisi Spiritual Terbesar di Kalsel0
- Dugaan Penyalahgunaan Dana PKS, Kejati Kalsel Lakukan Penggeledahan di Kantor BKSDA0
- Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Ditargetkan Rampung 20250
Kapolsek Cempaka Ipda Muhammad Bustami melalui Kanit Reskrim Polsek Cempaka, Ipda Junaedi, menjelaskan bahwa demi alasan keamanan, reka ulang kejadian tidak dilakukan di lokasi asli perkara, melainkan di halaman Mapolsek Cempaka.
“Pertimbangan keamanan menjadi alasan utama. Hal ini untuk mengantisipasi potensi tersangka melarikan diri serta mencegah kemungkinan terjadinya keributan dari pihak keluarga korban,” jelas Ipda Junaedi.
Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 36 adegan diperagakan secara rinci. Adegan dimulai dari pertemuan awal antara tersangka dan korban, hingga terjadinya cekcok mulut yang memicu emosi tersangka.
“Dari perselisihan itu, tersangka kemudian pulang ke rumah untuk mengambil sebilah parang. Adanya jeda waktu ini menunjukkan unsur persiapan sebelum aksi dilakukan,” ungkapnya.
Reka ulang juga memperlihatkan tersangka menghunuskan senjata tajam dan membacok korban berulang kali hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah memastikan korban tidak berdaya, tersangka kemudian melarikan diri.
Ipda Junaedi menegaskan, seluruh adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi telah sesuai dengan keterangan tersangka dan saksi sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Dari 36 adegan yang diperagakan, baik tersangka maupun saksi tidak ada yang mengelak. Semuanya sesuai dengan fakta yang terjadi saat kejadian,” tegasnya.
Rekonstruksi tersebut disaksikan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Banjarbaru serta penasihat hukum tersangka.
Dengan dilaksanakannya rekonstruksi ini, pihak kepolisian menyatakan berkas perkara akan segera dirampungkan untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. (/smartbanua)
