- Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Terhadap Seorang Warga yang Diduga Tenggelam di Sungai Desa Rantau Nangka, Kabupaten Banjar
- Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- BAILANG PAKACIL Tembus Rawa Paminggir, PastikanLayanan Adminduk hingga Pelosok
- BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Kalsel hingga Pertengahan Juni
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Buka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XVIII 2026; Tekankan Semangat Bekerja Melayani Masyarakat Banua
- ASN Pemprov Tersandung Dugaan Pemerasan, Gubernur, Silahkan Proses
- Dinas ESDM Kalsel Minta Maaf, ASN nya Tersandung Pemerasan
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-16 Tuan Guru H Sofyan Noor bin Ahmad Sya ran di Martapura
- Desa Baringin Jadi Percontohan Penanganan Permukiman Terpadu di Kalsel
- Gubernur Dorong JMSI Kalsel Jaga Independensi
Tinjau Banjir Sungai Tabuk Mensos Siapkan Bantuan Korban

Banjar, smartbanua.com - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (4/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan korban banjir berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul menyampaikan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah hadir langsung di lapangan untuk memberikan dukungan kepada seluruh keluarga terdampak banjir.
Baca Lainnya :
- Banjir Kabupaten Banjar: Desa Pasar Jati Astambul Terdampak Parah, Air Bersih Jadi Masalah Utama0
- Kapolda Kalsel Minta Wisatawan Waspada Saat Berwisata 0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Tinjau Langsung Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar0
- Jasad Penumpang KM Rucitra yang Diduga Menceburkan Diri Ditemukan di Pantai Batakan0
- Rakor Akhir Tahun, Gubernur Kalsel Evaluasi Realisasi APBD 20250
Bantuan yang disalurkan berupa sembako serta berbagai kebutuhan dasar lainnya selama masa tanggap darurat. Selain bantuan logistik, Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan, baik rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar tindak lanjut bantuan selanjutnya.
Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyiapkan bantuan tambahan berupa dana untuk pengisian rumah serta program pemberdayaan.
"Seluruh bantuan tersebut akan diberikan berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan pemerintah daerah," katanya.
Gus Ipul menegaskan, dukungan dari Kementerian Sosial juga telah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak lainnya sesuai arahan Presiden RI. Seluruh upaya ini dilakukan agar keluarga terdampak banjir dapat kembali menjalani kehidupan secara normal secara bertahap.
Dalam masa tanggap darurat, TNI dan Polri turut memberikan dukungan logistik berupa makanan siap saji, pakaian, tenda, kasur, serta kebutuhan pengungsi lainnya. Pemerintah juga menyiapkan dapur umum dan layanan dasar bagi para korban banjir.
Pemerintah akan memberikan bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan. Untuk membeli lauk pauk.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan pengisian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga serta bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga.
"Bantuan tersebut diberikan satu kali, sementara jaminan hidup disalurkan setiap bulan selama tiga bulan sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Ini diberikan setelah mereka ke Huntara atau Huntap yaa," jelas menteri. (smartbanua)
