- May Day di Mapolresta Banjarmasi Buruh Minta Outsourcing Dihapuskan dan Tuntut Kenaikan Upah
- Ribuan Buruh May Day di Mapolresta Banjarmasin, Minta outsourcing Dihapus
- Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder Demi Zero Over Dimension Over Loading 2027
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin; Momentum Pelajari dan Nilai-Nilai Keteladanan Ulama
- Halalbihalal Kepala Sekolah dan Pegawas Sekolah SMA/SMK se- Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Keteladanan di Dunia Pendidikan
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Dorong PT. Ambapers Gali Pendapatan Asli Daerah untuk Pemprov Kalsel
- Sekdaprov M. Syarifuddin Pimpin Entry Meeting Pemprov Bersama BPKP Perwakilan Kalsel; Langkah Strategis Pengawasan dan Pendampingan Penyelenggaraan Pemerintahan
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Terus Pengendalian Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga serta Ketersediaan Bahan Pokok
- Lepas Jamaah Calon Haji, Gubernur Kalsel Mengingatkan Jaga Kesehatan dan Menitipkan Doa untuk Keberkahan Banua
- Diskop UKM Kalsel Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih
Tinjau Banjir Sungai Tabuk Mensos Siapkan Bantuan Korban

Banjar, smartbanua.com - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (4/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan korban banjir berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul menyampaikan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah hadir langsung di lapangan untuk memberikan dukungan kepada seluruh keluarga terdampak banjir.
Baca Lainnya :
- Banjir Kabupaten Banjar: Desa Pasar Jati Astambul Terdampak Parah, Air Bersih Jadi Masalah Utama0
- Kapolda Kalsel Minta Wisatawan Waspada Saat Berwisata 0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Tinjau Langsung Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar0
- Jasad Penumpang KM Rucitra yang Diduga Menceburkan Diri Ditemukan di Pantai Batakan0
- Rakor Akhir Tahun, Gubernur Kalsel Evaluasi Realisasi APBD 20250
Bantuan yang disalurkan berupa sembako serta berbagai kebutuhan dasar lainnya selama masa tanggap darurat. Selain bantuan logistik, Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan, baik rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar tindak lanjut bantuan selanjutnya.
Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyiapkan bantuan tambahan berupa dana untuk pengisian rumah serta program pemberdayaan.
"Seluruh bantuan tersebut akan diberikan berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan pemerintah daerah," katanya.
Gus Ipul menegaskan, dukungan dari Kementerian Sosial juga telah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak lainnya sesuai arahan Presiden RI. Seluruh upaya ini dilakukan agar keluarga terdampak banjir dapat kembali menjalani kehidupan secara normal secara bertahap.
Dalam masa tanggap darurat, TNI dan Polri turut memberikan dukungan logistik berupa makanan siap saji, pakaian, tenda, kasur, serta kebutuhan pengungsi lainnya. Pemerintah juga menyiapkan dapur umum dan layanan dasar bagi para korban banjir.
Pemerintah akan memberikan bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan. Untuk membeli lauk pauk.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan pengisian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga serta bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga.
"Bantuan tersebut diberikan satu kali, sementara jaminan hidup disalurkan setiap bulan selama tiga bulan sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Ini diberikan setelah mereka ke Huntara atau Huntap yaa," jelas menteri. (smartbanua)
